jmhz8nzu6ckeqc7xve0i

Pemilu di Iran. (Foto:TIMA/via REUTERS )
Jutaan rakyat Iran kembali memilih presiden pada hari ini, Jumat (19/5). Dalam pemilihan tahun ini, Garda Konstitusi meloloskan empat calon. Dua calon yang dianggap kuat adalah presiden petahana, Hassan Rouhani, dan ulama yang didukung partai Ali Khamenei (pemimpin spritual Iran), Ebrahim Raisi.
Pertarungan politik ini menjadi sorotan dunia karena akan menentukan masa depan ketegangan antara Iran dan negara-negara barat. Setelah program nuklir era Mahmoud Ahmadinejad.
Selama memerintah sejak 2013, Hassan Rouhani menjalankan kebijakan yang dianggap lebih moderat ketimbang Ahmadinejad. Rouhani mau bernegosiasi dengan Amerika Serikat dan negara-negara barat lainnya terkait program nuklirnya. Sebagai timbal baliknya, Iran meminta sanksi ekonomi yang diberlakukan sejak 2002 dicabut pada Januari 2016.

uxoxjj2tvnwyurclsaua

Pemilu di Iran. (Foto:TIMA/via REUTERS )
Dilansir Reuters, kebijakan Rouhani mendapat kritik dari pesaingnya, Raisi. Ulama yang disebut sebagai orang dekat Ali Khamenei itu menuding presiden petahana telah menghilangkan nilai-nilai Iran. Persia modern itu pun dikatakan menjadi lembek di hadapan negara-negara barat.
Meski Raisi mendapat dukungan dari Ali Khamenei, peluang Rouhani kembali terpilih tidak kecil. Apalagi dalam pemilu sebelumnya dia mengalahkan pesaing terdekatnya dengan perolehan suara hampir tiga kali lipat.
Selain Rouhani dan Raisi, pemilihan ini juga diikuti dua calon lainnya. Mereka adalah Seyed Mostafa Agha Mirsalim, politisi konservatif, dan Mostafa Hashemitaba, politisi reformis yang pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan mantan Wakil Presiden Iran.

ajlxxjfd6hu8zgqblrox

Pemilu di Iran. (Foto:TIMA/via REUTERS )
Berdasarkan hasil poling yang diumumkan Al Monitor, Rouhani masih menjadi kandidat favorit rakyat Iran. Dia dipilih 42 persen koresponden. Sedangkan Raisi, hanya dipilih 24 persen koresponden.
Pemungutan suara akan ditutup pada 20.00 waktu Iran atau 22.30 WIB. Perolehan suara akan diumukan pada 24 jam setelah waktu pemilih ditutup.