vnps6knakwomleczhdtv

Novel Baswedan menyapa awak media. (Foto:Antara/Aprillio Akbar)
Koalisi masyarakat sipil peduli KPK menyoroti belum terungkapnya pelaku penyerangan terhadap penyidik senior Novel Baswedan. Belum terungkapnya kasus yang sudah 10 hari ini dinilai menunjukkan belum adanya upaya serius dari KPK.
"Gelagat itu tampak dari keputusan pimpinan KPK yang justru menyerahkan kasus ini kepada pihak Kepolisian," kata Koordinator Kontras, Yati Andriyani, dalam keterangannya, Jumat (21/4).
Koalisi menilai kasus yang menimpa Novel perlu diusut secara komprehensif. Sebab, terbuka kemungkinan ada kaitan dengan kasus dugaan korupsi, terutama yang sedang ditangani oleh Novel.
Bila terbukti, maka upaya tersebut termasuk upaya menghalang-halangi proses hukum yang sedang dilakukan oleh KPK. "Oleh karena itu sikap KPK hingga saat ini dinilai belum mencerminkan keseriusannya dalam memberi perlindungan bagi penyidik KPK maupun aktivis anti korupsi. Padahal ancaman, teror dan penyerangan sudah terjadi berulang kali dengan risiko yang terus meningkat," kata Yati.
Koalisi pun mendesak KPK untuk lebih tegas dalam menghadapi ancaman dan teror sehingga hal tersebut diharapkan tidak akan terulang kembali. Bahkan koalisi merekomendasikan agar pimpinan KPK melakukan penyelidikan sendiri atas dugaan penyerangan terhadap Novel yang diduga sebagai obstruction of justice.
"Koalisi juga merekomendasikan pimpinan KPK membuka dan menyelidiki kembali kasus-kasus teror yang terjadi sebelumnya baik kepada Novel maupun penyidik dan pimpinan KPK sebagai sebuah rangkaian yang sistemik," ujar Yati.