osxziv0ejscmueklrpwz

Jokowi minum teh bersama SBY. (Foto:Biro pers istana)
Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, dalam sambutannya di IMACO Award 2017 menyebutkan pentingnya menjaga kerukunan di Indonesia. Pasalnya, akhir-akhir ini, isu perpecahan memang santer terdengar diikuti beragam aksi yang dilakukan masyarakat.
"Bagi siapapun pemimpin formal maupun pemimpin informal di seluruh tanah air, segeralah melakukan sesuatu untuk menjaga kerukunan dan persaudaraan di antara kita semua," ujar SBY di IMACO Award 2017, Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (19/5).
Menurutnya, persaudaraan, kerukunan dan kebersamaan di Indonesia masih bisa dirajut kembali. Ia juga membagikan pengalamannya selama berkarier di TNI dan menjabat sebagai Menko Polhukam.
"Saya pernah ikut menangani konflik di Poso dan konflik di Ambon. Diperlukan 5 tahun untuk mengakhiri konflik tersebut. Belum termasuk proses rekonsiliasinya yang memakan waktu bertahun-tahun," ujarnya.
Ia juga memberikan contoh pembubaran Yugoslavia pada tahun 1990-an usai dilanda konflik politik. Tragedi yang menghasilkan lima negara baru tersebut, menurut SBY, dilandasi oleh ketidakmampuan Yugoslavia untuk mengatasi perang saudara.
"Tapi saya tetap optimis, saya tetap percaya, bahwa kita bisa mengatasi apa yang kita hadapi sekarang ini. Saya tahu di bawah permukaan ada sesuatu yang bergerak. Mari kita hentikan bersama-sama. Kita bantu presiden kita," kata SBY.
"Kita bentuk pemerintah kita. Karena kalau kita betul-betul kompak, Indonesia mempunyai visi, Insyaallah Indonesia emas 2045 akan terwujud. Dan itu adalah masa depan kita, itu adalah pilihan kita," imbuhnya.