3 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Posisi Plank

19 November 2021 10:31 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi olahraga plank. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi olahraga plank. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Plank adalah salah satu bentuk olahraga yang membangun kekuatan inti. Latihan isometrik pamungkas ini melibatkan otot-otot di perut, punggung bawah, pinggul, dan lengan kita. Banyak olahraga dimulai dan diakhiri dengan beberapa variasi plank challenge.
ADVERTISEMENT
Gregg Cook, pelatih Daily Burn 365, seperti dikutip dari Daily Burn membagikan kiat ahlinya tentang cara melakukan plank yang benar. “Jika kamu baru mengenal plank, kamu bisa memulainya dengan melakukan incline push-up di kursi. Ini adalah modifikasi yang lebih disukai daripada berlutut karena kamu menggunakan otot-otot yang kamu perlukan untuk melakukan plank yang tepat, ”jelas Cook.
Incline push up adalah gerakan kaki atau tangan bertumpu pada kursi. Kamu dapat mencoba bertahan dalam posisi plank selama 10-15 detik dan secara bertahap meningkatkan durasi plank hingga 60 detik.
Beberapa orang memilih untuk melakukan plank dengan menggunakan lengan bawah mereka sebelum menggunakan tangan mereka. Jika ini adalah posisi pilihan kamu, penting untuk menjaga jarak tangan sejauh bahu, dan posisi lengan membentuk sudut kanan ke lantai. Bahu kamu juga harus sejajar dengan tangan dan tidak di posisi depannya.
ADVERTISEMENT
Namun ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan kebanyakan orang saat melakukan plank. Simak rangkuman kumparanWOMAN dari berbagai sumber berikut ini.

1. Membungkuk saat melakukan plank

Ilustrasi pose plank yoga. Foto: Shutterstock
Jika perut tidak bergerak, lengan akan lelah karena menopang sebagian besar berat badan. Ketika itu terjadi, kecenderungan pertama adalah membungkukan punggung, yang memberi tekanan yang tidak semestinya pada tulang belakang.
“Banyak orang mengangkat bahu setinggi-tingginya pada saat plank. Gerakan ini seharusnya tidak perlu dilakukan. Pastikan bahu melebar, selebar dengan telapak tangan dan lantai,” ujar Cook. Dengan melebarkan bahu, kamu akan menurunkan beban berat badan dari tubuh bagian atas dan melatih otot inti yang perlu bekerja.

2. Menurunkan pinggang

Ilustrasi olahraga plank. Foto: Shutterstock
Saat otot perut dan lengan mulai lelah, kemungkinan pinggang akan mulai turun. Posisi yang salah ini, membuat otot inti kurang bekerja dengan baik, dan membuat punggung bawah terasa tegang.
ADVERTISEMENT
Agar pinggang tetap terangkat, Cook merekomendasikan menggunakan alat bantu yang ditempatkan di antara punggung dan pinggang. Kamu juga bisa memberi jarak antara kaki agar lebih stabil dan kokoh. Ambil napas dalam-dalam saat adanya kontraksi yang melibatkan otot perut.

3. Melihat lurus ke depan saat berada di posisi plank

Ilustrasi olahraga plank. Foto: Shutterstock
Kesalahan umum lainnya adalah mengangkat kepala terlalu tinggi dan melihat ke arah langit-langit atau lurus ke depan. Posisi ini bisa membuat leher tegang, dan mengakibatkan postur tubuh yang berantakan.
Jaga agar mata tetap menatap lantai atau matras sehingga kepala dan leher sejajar dengan bagian tubuh lainnya. Cook juga menyarankan untuk berpikir tentang menurunkan dagu terutama saat kamu mencapai akhir durasi plank.
Penulis : Adonia Bernike Anaya
ADVERTISEMENT