Pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, Lepas Jabatan di Alphabet

4 Desember 2019 7:23 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Dua pendiri Google, Sergey Brin dan Larry Page. Foto: Paul Sakuma/AP Photo
zoom-in-whitePerbesar
Dua pendiri Google, Sergey Brin dan Larry Page. Foto: Paul Sakuma/AP Photo
ADVERTISEMENT
Alphabet, perusahaan induk Google, melakukan perombakan besar dalam organisasi kepemimpinnya. Salah satu pendiri Google, Larry Page, mengumumkan mundur dari posisi yang penting di Alphabet.
ADVERTISEMENT
Page resmi melepas jabatan CEO Alphabet pada Selasa (3/2) waktu AS. Posisi ini akan diambil alih oleh CEO Google, Sundar Pichai, dengan tetap memegang jabatan lamanya.
Rekan Page saat mendirikan Google, Sergey Brin, juga memutuskan mengundurkan diri dari peran presiden Alphabet. Posisi tersebut akan dihilangkan.
"Dengan Alphabet yang sekarang sudah mapan, dan Google serta lini bisnis yang lain beroperasi secara efektif sebagai perusahaan independen, ini adalah waktu yang wajar untuk menyederhanakan struktur manajemen kami," tulis Page dan Brin di blog resmi perusahaan.
"Kami tidak pernah menjadi orang yang memegang peran manajemen ketika kami berpikir ada cara yang lebih baik untuk menjalankan perusahaan. Alphabet dan Google tidak lagi membutuhkan dua CEO dan seorang Presiden," tambahnya.
Dua pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin. Foto: Jacob Silberberg/Reuters
Ketika informasi ini diumumkan, saham Alphabet naik sebanyak 0,8 persen. Walau sedikit, kenaikan itu cukup besar mengingat skala perusahaan yang sudah menjadi salah satu penguasa teknologi dunia, khususnya dengan Google.
ADVERTISEMENT
Baik Page dan Brin akan tetap "terlibat aktif" sebagai anggota dewan Alphabet, menurut surat pengumuman itu. Para co-founder ini masih memiliki hak suara mengendalikan perusahaan.
Page memegang sekitar 5,8 persen saham Alphabet, Brin punya saham perusahaan sebesar 5,6 persen, sedangkan Pichai memegang sekitar 0,1 persen saham. Google mengatakan, struktur pemegang saham tidak berubah setelah ada pengumuman ini.
Menilik ke belakang, Page menjadi CEO Alphabet pada 2015 ketika Google membentuk perusahaan induk baru untuk mengurus 'usaha lain' di luar bisnis utamanya sebagai mesin pencarian dan iklan digital. Page sebelumnya menjabat sebagai CEO Google sebanyak dua periode: 1998-2001 dan 2011-2015.
CEO Alphabet, Larry Page. Foto: Elijah Nouvelage/Reuters
Pichai kemudian ditunjuk menjadi CEO Google menggantikan Page per 2015. Sebelumnya, pria asal India itu memimpin divisi Android dan Chrome di perusahaan.
ADVERTISEMENT
Alphabet mungkin perlu lebih fokus mengarap bisnis di anak usaha lain, seperti Waymo dan Verily, karena pertumbuhan bisnis periklanan digital intinya yang dijalankan oleh Google menunjukkan tanda-tanda melambat. Google menunjukkan pendapatan iklan yang melambat sejak kuartal pertama 2019 dan laba yang lebih rendah di kuartal ketiga 2019 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perusahaan masih berjuang untuk menghasilkan pendapatan yang signifikan melalui perangkat keras, meskipun bisnis cloud-nya sedang berkembang.
Google Foto: Reuters/Pawel Kopczynski
Di bawah kepemimpin, Page dan Pichai juga mengalami beberapa tahun yang penuh gejolak ketika karyawan Google menyuarakan ketidakpuasan mereka dengan kebijakan perusahaan.
Misalnya, ribuan karyawan Google di seluruh dunia keluar dari kantor untuk protes kebijakan perusahaan soal 'pesangon' 90 juta dolar AS kepada mantan pendiri dan pemimpin Android, Andy Rubin, meski ditemukan klaim pelecehan seksual terhadapnya.
ADVERTISEMENT