Netflix vs Disney+ Hotstar, Siapa Paling Banyak Penggunanya di Indonesia?

23 Januari 2021 10:16 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Aplikasi Disney+ Hotstar. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Aplikasi Disney+ Hotstar. Foto: kumparan
ADVERTISEMENT
Platform streaming video Disney+ Hotstar dilaporkan mampu mengalahkan Netflix di Indonesia dalam hal jumlah pelanggan, menurut sebuah laporan riset.
ADVERTISEMENT
Menurut laporan terbaru dari Media Partners Asia (MPA) per 16 Januari 2021, jumlah pelanggan layanan streaming Disney+ Hotstar di Indonesia mencapai 2,5 juta pengguna.
Angka tersebut di atas pelanggan Viu dengan jumlah 1,5 juta pelanggan, dan Vidio 1,1 juta pelanggan. Sementara Netflix tertinggal di posisi keempat dengan 850 ribu pelanggan.
Ilustrasi menonton Netflix. Foto: Pixabay
Akuisisi konten lokal yang dilakukan Disney+ Hotstar terbukti menjadi kunci pertumbuhan jumlah pelanggan di Indonesia, kendati baru masuk pasar ini pada September 2020. Lebih dari 20 persen waktu konsumsi pelanggan dihabiskan untuk menonton konten lokal.
Beberapa film lokal yang belum pernah ditayangkan di bioskop telah ditayangkan secara premier di Disney+ Hotstar. Judul film tersebut seperti Warkop DKI Reborn 4, Benyamin Biang Kerok 2, Rentang Kisah, Bidadari Mencari Sayap, Sabar Ini Ujian, Malik $ Elsa, dan Pelukis Hantu.
ADVERTISEMENT
Selain itu, yang tak kalah menarik, Disney+ Hotstar juga bekerja sama dengan jagat sinema Bumilangit yang akan menghadirkan film-film karya Joko Anwar. Film-film Bumilangit Cinematic Universe (BCU) sendiri rencananya akan dirilis setelah tayang di bioskop.
Kemunculan Disney+ Hotstar dengan mengakuisisi konten lokal telah mendorong lonjakan penggunaan layanan Subscription Video on Demand (SVoD) secara keseluruhan di Indonesia. Total pelanggan tercatat per 16 Januari 2021 telah melonjak menjadi sekitar 7 juta pelanggan.
Aplikasi Disney+. Foto: Mika Baumeister/Unsplash
Menurut Wakil Presiden MPA Anthony Dobson, pertumbuhan SVoD di Indonesia menjadi pasar terpadat di Asia, setelah China dan India. Ia menambahkan, pertumbuhan pelanggan SVoD di Indonesia masih memiliki perjalanan yang panjang.
“Saat ini hanya 10 persen rumah tangga Indonesia yang menjadi pelanggan streaming. Seiring percepatan investasi dalam konten lokal dan Asia maka akan ada pertumbuhan pelanggan signifikan untuk pertumbuhan di masa depan,” ujar Dobson, seperti dikutip The Hollywood Reporter.
ADVERTISEMENT
Selain itu, pertumbuhan SVoD di Indonesia tidak lepas dari peran aktif Telkomsel, selaku operator seluler terbesar di Indonesia yang secara agresif mempromosikan Disney+ Hotstar.
Harga yang ditawarkan Disney+ Hotstar pun lebih terjangkau dibandingkan Netflix. Di Netflix, pengguna bisa berlangganan bulanan dengan harga mulai dari Rp 54 ribu untuk paket Mobile hingga Rp 186 ribu untuk paket Premium, sementara harga langganan Disney+ Hotstar di Indonesia sendiri dimulai Rp 39 ribu per bulan dan Rp 199 ribu untuk satu tahun.
(MRT)