5 Momen Historis Valentino Rossi Bersama Yamaha di MotoGP

23 November 2020 18:13 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pebalap MotoGP untuk Yamaha, Valentino Rossi, di Sirkuit Jerez, Spanyol. Foto: Marcelo Del Pozo/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pebalap MotoGP untuk Yamaha, Valentino Rossi, di Sirkuit Jerez, Spanyol. Foto: Marcelo Del Pozo/REUTERS
ADVERTISEMENT
Valentino Rossi menutup lembar ceritanya bersama Yamaha pabrikan seusai MotoGP 2020. Tahun depan, The Doctor akan balapan bersama Petronas Yamaha SRT.
ADVERTISEMENT
Rossi dan Yamaha pabrikan menjalin kerja sama selama 15 tahun. Itu terpotong dua periode yang berbeda: 2004-2010 dan 2013-2020.
Bicara soal Rossi dan Yamaha, tentu ada cerita-cerita melegenda di dalamnya. Cerita yang bahkan hingga puluhan tahun ke depan boleh jadi masih akan abadi.
kumparanSPORT merangkum 5 momen bersejarah Valentino Rossi bersama Yamaha di MotoGP. Silakan disimak.

1) Valentino Rossi langsung juara bersama Yamaha

Motor Yamaha YZR-M1 yang pernah mengantar Valentino Rossi jadi juara dunia MotoGP. Foto: Gomotoriders
Valentino Rossi sebelumnya balapan bersama Honda. VR46 meraih tiga titel juara kelas utama/500 cc, sekali bersama tim Nastro Azzurro Honda (2001) dan dua kali bersama Repsol Honda (2002, 2003).
Rossi baru pindah ke tim pabrikan Yamaha pada 2004, membela tim yang kala itu masih bernama Gauloises Fortuna Yamaha. Pada musim pertamanya itu, si pebalap Italia langsung menyabet gelar juara dunia, begitu juga pada musim berikutnya.
ADVERTISEMENT
Kini, Rossi total mengoleksi empat gelar juara bersama tim Yamaha pabrikan. Sebuah pencapaian yang indah.

2) Musim terbaik Valentino Rossi bersama Yamaha

Valentino Rossi mengemudikan motornya saat Grand Prix MotoGP San Marino di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli. Foto: Massimo Pinca/REUTERS
Secara statistik, MotoGP 2005 layak disebut sebagai musim terbaik Rossi bersama Yamaha pabrikan. Kala itu, si pebalap kelahiran Urbino menjadi juara dengan catatan 11 kemenangan, tiga kali finis kedua, dua kali finis ketiga, sekali gagal finis.
Pada akhir musim, Rossi mengoleksi 367 poin. Jaraknya dengan Marco Melandri di peringkat dua jauh, yakni selisih 147 poin. Dominan.

3) Kemenangan ke-100 Valentino Rossi

Pada gelaran MotoGP Belanda 2009, tepatnya pada 27 Juni, Rossi meraih kemenangan ke-100-nya di Kejuaraan Dunia MotoGP. Itu menjadikannya pebalap kedua dalam sejarah yang bisa merengkuh 100 kemenangan, setelah Giacomo Agostini.
ADVERTISEMENT
Dan, Rossi meraih rekor itu bersama Yamaha. Dia memang cukup dominan dalam balapan di Sirkuit Assen kala itu. Start dari urutan terdepan, finis paling depan dengan selisih 5 detik lebih dari Jorge Lorenzo.

4) Rivalitas dengan Jorge Lorenzo

Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi pada konferensi pers MotoGP. Foto: Jure Makovec/AFP
Omong-omong soal Lorenzo, pebalap Spanyol itu adalah salah satu rival terkuat Rossi. Uniknya, dia juga sekaligus rekan setimnya.
Jadi, selama 2008-2010 lalu 2013-2016, mereka bersaing dalam satu tim yang sama. Satu tim, tetapi tetap kompetitif, terjadi pula 'Perang Dingin' antarkeduanya.
Bukan hal langka melihat Rossi dan Lorenzo saling berebut posisi finis pertama pada masa itu. Aksi susul-susulan mereka bisa berlangsung hingga lap terakhir. Duel mereka yang paling berkesan terjadi di MotoGP Catalunya 2009.
ADVERTISEMENT
Waktu itu, Lorenzo memimpin di lap terakhir. Rossi coba menyalipnya, tetapi gagal. Publik sudah mengira bahwa Lorenzo akan memenangi balapan itu.
Namun, Rossi berhasil melewati Lorenzo ke tikungan terakhir, sebuah spot yang tak terduga-duga dan berisiko banget menyalip di situ. Kenekatan yang kemudian berbuah kemenangan ke-99 di Kejuaraan Dunia MotoGP.

5) Duel dramatis dengan Casey Stoner

Duel Casey Stoner dan Rossi di MotoGP Amerika Serikat 2008 adalah salah satu yang paling fenomenal. Keduanya saling silih berganti mengambil alih status pemimpin lomba.
Hingga akhirnya, nasib sial menimpa Stoner. Saat coba menyusul Rossi di tikungan, si pebalap Australia melebar lalu terjatuh di gravel. Rossi memenangi balapan, Stoner finis kedua.
Tensi antarkedua pebalap tetap tinggi seusai balapan. Saat Rossi ingin menjabat tangan Stoner di parc ferme, Stoner menolak dengan marah. Pada konferensi pers, Stoner mengeklaim bahwa aksi Rossi di trek 'agresif'.
ADVERTISEMENT
---
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.