Mengenal Teknik Bedah Minimal Invasif dalam Penanganan Gagal Ginjal

6 Maret 2024 12:15 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi bedah. Foto: Gorodenkoff/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bedah. Foto: Gorodenkoff/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Perkembangan teknologi dan pengetahuan turut berdampak positif bagi teknik penanganan medis, termasuk dalam operasi.
ADVERTISEMENT
Baru-baru ini, Grup RS Siloam memperkenalkan dan mendiskusikan perkembangan terbaru dalam teknik minimal invasive surgery, khususnya dalam bidang urologi dan saluran pencernaan (digestif).
Simposium medis bertajuk "Advancing Patient Care through Minimal Invasive Techniques" yang digelar di Kota Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (2/3/2024) ini dihadiri lebih dari 75 spesialis, dokter, dan tenaga medis lainnya.
Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, kasus penyakit urologi seperti gagal ginjal dan batu saluran kemih semakin meningkat setiap tahunnya. Menurut data Riset Kesehatan Dasar Nasional (Riskesdas) 2020, prevalensi gagal ginjal di Indonesia tercatat sebanyak 3,8 persen atau sekitar 739.208 jiwa.
Sementara itu, prevalensi penyakit batu ginjal di Indonesia adalah sekitar 0,6 persen atau 6 per 1000 penduduk.
ADVERTISEMENT
Menurut data World Health Organization (WHO) 2019, masalah saluran pencernaan seperti batu empedu, fatty liver, obesitas, sirosis hati, asam lambung dan diare, termasuk dalam 10 penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan tingkat fatalitas sekitar 80 kasus per 100 ribu penduduk.
Ilustrasi Ginjal. Foto: Shutterstock
Bedah minimal invasif adalah teknik pembedahan dengan sayatan kecil. Prosedur ini bisa dilakukan untuk mendiagnosis dan menyembuhkan berbagai penyakit. Melalui sayatan kecil tersebut, dokter spesialis dapat memasukkan alat yang dilengkapi kamera dan lampu untuk menampilkan kondisi di dalam tubuh pasien pada sebuah layar sehingga dapat membantu diagnosa dan prosedur bedah.
Berkat luka sayatan yang kecil, bedah minimal invasif dikenal memiliki berbagai keuntungan seperti waktu penyembuhan yang lebih singkat, bekas luka minimal, risiko infeksi, komplikasi pasca-operasi, dan perdarahan lebih rendah, serta waktu operasi lebih singkat.
ADVERTISEMENT
Simposium ini menyajikan beragam topik seputar bedah minimal invasif dalam bidang urologi dan digestif yang merupakan hasil kolaborasi dari 3 RS Siloam, yakni RS Siloam ASRI, RS Siloam Kebun Jeruk, dan RS Siloam Putera Bahagia Cirebon.
Topik-topik tersebut antara lain 'Tindakan Minimal Invasif pada Bidang Urologi’ yang dibawakan dr. Kiagus Ferry Febrian Qosasi, Sp.U dari RS Siloam Putera Bahagia Cirebon. Lalu, 'Komprehensif Manajemen di Asri Uronefrologi Center’ yang dibawakan oleh Prof. Dr. dr. Nur. Rasyid, Sp.U(K) dari RS Siloam ASRI.
Ilustrasi dokter. Foto: PopTika/Shutterstock
Kemudian, 'Gallstone, Management and Minimal Invasive Therapy’ yang dibawakan dr. Dimas Aryo Kusumo, M.Si.Med, Sp.B-KBD dari RS Siloam Putera Bahagia Cirebon, dan ‘Role of Advanced Endoscopy in GI Diseases’ yang dibawakan dr. Hasan Maulahela, Sp.PD-KGEH dari RS Siloam Kebun Jeruk.
ADVERTISEMENT
“Persebaran dokter di Indonesia masih belum merata, oleh karena itu pelayanan kesehatan berjenjang yang komprehensif menjadi sangat penting. Grup RS Siloam memiliki 41 rumah sakit yang tersebar di 30 kota di Indonesia sehingga kami memiliki peran untuk mendukung pemerintah dalah menerapkan kesehatan berjenjang,” ujar Referral Regional 1 Head Grup RS Siloam, dr. Angela Halim.
“Simposium ini kami selenggarakan untuk mendukung peningkatan wawasan para dokter di Indonesia terkait prosedur bedah minimal invasif yang dapat dilakukan oleh Grup RS Siloam dan mengingatkan kembali pentingnya memulai diagnosis dan perawatan di tingkat primer sehingga fasilitas kesehatan primer dapat merujuk pasien yang membutuhkan perhatian lebih lanjut ke fasilitas kesehatan yang lebih komprehensif,” tambahnya.
Hingga kini, RS Siloam ASRI telah berhasil melakukan lebih dari 350 tindakan transplantasi ginjal secara bedah minimal invasif dengan rata-rata tingkat keberlangsungan hidup pasien sebesar 98 persen pada tahun pertama.
ADVERTISEMENT
RS Siloam Kebon Jeruk juga memiliki fasilitas untuk tindakan gastric baloon untuk pasien obesitas. RS Siloam Putera Bahagia Cirebon juga dapat melakukan tindakan operasi bariatrik yang keduanya menerapkan prosedur bedah minimal invasif.