Soal Peluang Rakit Lokal Jimny 5-pintu, Suzuki: Hitung-hitungannya Belum Masuk

6 Maret 2024 12:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suzuki Media Experience menjajal langsung Jimny 5-pintu di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat (5/3/2024). Foto: dok. Suzuki Indomobil Sales
zoom-in-whitePerbesar
Suzuki Media Experience menjajal langsung Jimny 5-pintu di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat (5/3/2024). Foto: dok. Suzuki Indomobil Sales
ADVERTISEMENT
Dept. Head Startegic Planning PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Joshi Prasetya buka-bukan soal peluang Suzuki Jimny 5-pintu bakal dirakit lokal. Popularitas jip ikonik itu tengah meningkat setelah diluncurkan beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
"Suplai Jimny 5-pintu kira-kira 100 unit per bulan, cuma sampai IIMS kemarin angkanya (pemesanan) kira-kira sudah 1.200. Itu juga hanya yang 5-pintu," buka Joshi ditemui di Bogor, Jawa Barat (5/3/2024).
Menurutnya, untuk dapat melakukan produksi lokal, perlu ada beberapa syarat yang patut dipenuhi. Salah satunya adalah adanya kuantitas minimal yang perlu dicapai untuk suatu model.
"Ya memang kalau sampai ke tahap produksi lokal, saya bicara untuk umum, ya bukan Jimny saja, itu ada yang namanya minimum quantity yang harus dipenuhi. Kondisi sekarang itu masih belum masuk, tapi ya kita melihat terus animo masyarakat seberapa jauh," terang Joshi.
Jimny Adventure Experience di pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/2/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Sebab, bila tidak mencapai ketentuan jumlah minimal yang terpenuhi, Joshi bilang akan sangat berpengaruh dengan biaya dan banderol yang dipasang.
ADVERTISEMENT
"Semuanya kembali ke hitungan ekonomi, kalau kuantitasnya kurang itu biayanya akan mahal dan sangat berpengaruh dengan harga," tandasnya.
Senada dengan Joshi, General Manager Strategic Planning Department PT SIS Ei Mochizuki menambahkan, produksi lokal Jimny artinya butuh tambahan investasi lagi di Indonesia.
"Pokoknya, (Jimny) dia punya sasis itu berbeda dibanding seperti Ertiga atau XL7. Kalau Jimny mau diproduksi lokal, maka kita harus membangun pabrik yang lain, artinya investasinya besar," ujarnya ditemui di tempat yang sama.
***