Modal Rp 4,5 Juta, Ubah Velg Honda ADV150 Jadi Jari-jari

1 September 2019 16:03 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Honda ADV150 gunakan velg jari-jari. Foto: dok. I Made Agus Ariestyawan
zoom-in-whitePerbesar
Honda ADV150 gunakan velg jari-jari. Foto: dok. I Made Agus Ariestyawan
ADVERTISEMENT
Honda ADV150 jadi motor matik yang sedang naik daun sekarang. Meski sudah berpenampilan menarik dalam keadaan standar, banyak konsumen yang memodifikasinya agar lebih tampil berbeda dan bisa mencuri perhatian di jalan. Salah satunya dengan mengganti sektor kaki-kaki, yakni velg.
ADVERTISEMENT
Dalam keadaan standar, Honda ADV150 dibekali velg racing atau berpalang. Nah, tampilan ini dinilai kurang menarik oleh I Made Agus Ariestyawan salah satu pemilik skutik bergaya petualang asal Bali tersebut. Kepincut dan ingin segera memiliki motor ADV150, sampai-sampai ia membeli unit display karena tak mau menunggu inden yang terlalu lama.
“Waktu beli, motor belum sampai ke rumah sudah duluan aku bawa ke bengkel buat ganti velg (jari-jari), pokoknya langsung,” buka Aries saat dihubungi kumparan, Sabtu (1/9).
Honda ADV150 gunakan velg jari-jari Foto: I Made Agus Ariestyawan
Berbekal riset sendiri, Aries mengaku sudah tiga kali mengganti velg agar tampilannya kian menarik, namun tak meninggalkan sisi kenyamanan dan keamanan. Ini dikarenakan ketersediaan part aftermarket Honda ADV yang masih minim di pasaran.
“Pertamanya karena enggak mau kehilangan kesan matiknya aku coba pakai velg jari-jari ukuran 14 inci depan dan belakang. Tapi ternyata karena pemilihan profil ban yang terlalu besar untuk belakang (R14 3.5 140/40) dan depan (R14 2” 120/20) jadi terlihat nungging. Nah kesan adventure-nya menurutku hilang,” lanjutnya.
Honda ADV150 gunakan velg jari-jari Foto: I Made Agus Ariestyawan
Dianggap tak sesuai ekspektasi. Aries pun berniat mengganti velg dengan ukuran 16 inci untuk bagian depan. Karena ketersediaan yang terbatas untuk ukuran velg 16 di pasaran, akhirnya ia coba mengganti dengan ukuran 17 inci.
ADVERTISEMENT
“Niatnya memang mau ganti ke ring 16, cuma ukuran segitu memang susah nyarinya. Akhirnya aku putusin pasang yang ukuran ring 17 inci, ternyata malah jadi kelihatan aneh. Dimensi antara velg dan bodi depan jadi kelihatan pendek. Iya, jadi lebih tinggi memang tapi kelihatan pendek, enggak asik dilihat,” pungkasnya.
Tak mau menunggu lama, Aries coba berburu velg ring 16 inci di sekitaran Bali. Alhasil, ia mendapatkannya dan segera mengaplikasikan di motor kesayangan.
“Dapet itu velgnya memang khusus buat motor trail ukuran 19 untuk depan dan 16 untuk belakang, cuma karena enggak dijual satuan jadinya aku beli sepaket (depan-belakang). Jadi, velg yang belakang itu aku pasangin ke depan,” paparnya.
Menyoal tromol yang digunakan, Aries coba berkreasi namun tetap berkonsultasi dengan pihak bengkel kepercayaan. Menurut Aries, riset yang tepat agar kendaraan tetap laik jalan dan tak menghilangkan unsur kenyamanan ketika dikendarai.
ADVERTISEMENT
“Untuk tromol, karena memang belum ada di pasaran aku pakai aftermarket punya Vario 150,” terangnya.
Honda ADV150 gunakan velg jari-jari Foto: I Made Agus Ariestyawan
Untuk pemasangan ke Honda ADV150 tidak plug and play alias tidak bisa langsung dipasang. Setidaknya, ia harus melakukan kustomisasi di beberapa bagian. Contohnya, ia mengubah di bagian bushing.
“Supaya presisi dan posisi tromol serta velg sejajar, saya harus bubut tromol belakang. Itu bertujuan agar menghilangkan space antara crankcase dan tromol tersebut. Jaraknya lumayan 1,5 cm-an. Nah itu kalau enggak kita akalin nanti enggak presisi dan pasti miring ketika dipasang,” ucapnya.
Honda ADV150 mengubah jenis setang Foto: dok. I Made Agus Ariestyawan
Urusan velg depan, agar cakram rem bisa diaplikasikan ke tromol, ia membuat membuat semacam adapter atau bracket agar bisa menempel dengan sempurna. Kemudian biar kesan adventure-nya makin terpancar, setang ikutan diganti. Menurutnya, ini juga disesuaikan dengan ukuran velg depan.
ADVERTISEMENT
“Ini opsi terbaik menurutku, sebenarnya memang mau pakai velg depan dengan ukuran 2.5 inci tapi karena susah nyarinya jadinya pakai yang ini dulu saja. Nah mengakali posisi depan yang sedikit tinggi aku ganti jenis setangnya,” imbuhnya.
Menyoal biaya yang dikeluarkan, Aries mengaku sudah menghabiskan Rp 4,5 juta. Nominal tersebut sudah termasuk biaya jasa bubut di kedua tromol.
Berikut detail part aftermarket-nya: Tromol: Aftermarket Honda Vario 150 Velg belakang: Sprint Xd, Ring 4/3.50 inci Velg depan: Sprint Xd, ring 16/1.85 inci Ban depan: Mizzle (110/80) Ban belakang: Pirelli City Scooter (140/40). Setang: Twin-wall Expedition Open filter: Fastbike Spion: Aftermarket