Warga Sumedang Luka Robek di Kepala usai Duel Lawan Macan Kumbang: Macannya Mati

10 September 2022 16:14 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Macan Kumbang Hitam. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Macan Kumbang Hitam. Foto: Getty Images
ADVERTISEMENT
Tiga warga di Blok Cihanyar, Desa Tegalmanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, menjadi korban terkaman Macan Kumbang di area perkebunan pada Rabu (7/9). Salah satu yang diterkam yakni Udes.
ADVERTISEMENT
Udes bercerita, saat peristiwa terjadi, dirinya bersama dua rekannya yakni Adi dan Didin tengah bertani. Namun tiba-tiba macan kumbang datang dan menerkam hewan ternak di area perkebunan.
Tak berhenti, setelah menerkam ternak, macan tersebut justru malah menyerang Udes dan kawannya.
"Saya lagi kerja di kebun tiba-tiba ada macan nyerang ternak terus ke manusia," kata Udes saat bercerita kepada wartawan pada Sabtu (10/9).
Udes sempat melakukan perlawanan dengan menepis serangan macan kumbang yang ukurannya tak terlalu besar tersebut. Dia mengaku tak kuat menahan kekuatan serangannya.
Bahkan, dua rekannya yang membantu Udes ketika diserang pun berakhir menjadi korban.
"Saya tepis serangannya tapi tenaganya kuat," ucap dia.
Udes menyebut, macan itu pun akhirnya ia piting lalu ditenggelamkan ke air sungai yang letaknya tak jauh dari posisi serangan terjadi. Macan Kumbang itu pun akhirnya mati.
ADVERTISEMENT
"Saya piting lehernya dan ditenggelamkan ke air dan mati," ungkap dia.
Udes mengaku, kemunculan Macan Kumbang di sekitar wilayahnya bukan pertama kali terjadi. Namun, Macan Kumbang sebelumnya tak pernah menyerang warga. Penyerangan ini adalah kasus pertama yang terjadi di kampungnya.
Akibat kejadian itu, kata Udes, dirinya mendapat delapan jahitan di bagian kepala dan pelipis mata. Sementara, dua rekannya harus kehilangan jari akibat putus diserang Macan Kumbang. Mereka kini tengah ditangani di rumah sakit dan harus dioperasi.
Adapun macan kumbang yang mati telah dibawa ke BKSDA Jabar untuk diautopsi.
"Ada perasaan trauma dan takut kalau ke kebun. Warga juga jadi was-was, kalau ke kebun enggak berani sendirian," tandas dia.