Wahyana Tetap Mengajar Meski Jadi Wasit Final Bulu Tangkis Olimpiade 2020

4 Agustus 2021 18:39 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wahyana, guru olahraga di SMP Negeri 4 Patuk Gunungkidul, yang memimpin partai puncak cabor bulu tangkis tunggal putri di Olimpiade Tokyo 2020 Foto: Dok. Wahyana
zoom-in-whitePerbesar
Wahyana, guru olahraga di SMP Negeri 4 Patuk Gunungkidul, yang memimpin partai puncak cabor bulu tangkis tunggal putri di Olimpiade Tokyo 2020 Foto: Dok. Wahyana
ADVERTISEMENT
Wahyana (54), guru olahraga di SMP 4 Patuk Gunungkidul tengah jadi buah bibir. Pria asal Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman ini menjadi wasit dalam partai final cabang olahraga bulu tangkis tunggal putri di Olimpiade Tokyo 2020, Senin (3/8) lalu.
ADVERTISEMENT
Wahyana menjadi pengadil saat Chen Yu Fei dari Tiongkok mengalahkan Tai Tzu Ying asal Taiwan. Memimpin partai final Olimpiade merupakan cita-cita yang mampu dituntaskan sebelum pensiun sebagai wasit di tahun depan.
Kepala Sekolah SMPN 4 Patuk, Fatkhu Rokhman bangga dengan prestasi rekan kerjanya. Meski dia tak heran lantaran sudah lama Wahyana malang melintang sebagai wasit bulu tangkis internasional.
"Kami sebagai bagian dari keluarga SMPN 4 Patuk ya ikut bangga ikut senang atas kesuksesan beliau. Karena bisa membawa nama baik sekolah maupun bagi keluarga dan kedinasan secara umum," kata Fatkhu Rokhman dihubungi kumparan, Rabu (4/8).
Fatkhu Rokhman bercerita, sejak pertama kali jadi PNS tahun 1995, Wahyana sudah bertugas di SMP 4 Patuk. Sampai sekarang dia masih mengajar olahraga atau pendidikan jasmani dan kesehatan. Dia juga menjabat sebagai wakil kepala sekolah.
ADVERTISEMENT
"Memang untuk bisa profesional meniti lisensi dari jenjang ke jenjang, akhirnya tetap bisa dia raih ke jenjang tertinggi itu," katanya.
Berkarir di dunia perwasitan tak melunturkan profesionalitas Wahyana sebagai guru. Dia selalu izin jika akan bertugas menjadi wasit. Termasuk mencari guru pengganti saat dia bertugas di luar.
"Berangkat dengan surat tugas resmi, luar negeri juga harus bupati. Kalau Indonesia cukup kepala dinas," katanya.
Di masa pandemi corona, di mana pembelajaran dapat dilaksanakan dengan daring membuat Wahyana tetap bisa mengajar meski sedang di negeri orang. Dia pun masih mengajar saat gelaran Olimpiade Tokyo 2020.
"Kalau sekarang tidak begitu problem. Kan anak-anak WFH belajar di rumah sehingga mengajar bisa lewat media yang digunakan untuk pembelajaran siswa," katanya.
ADVERTISEMENT
"(Wahyana) masih ngajar. Termasuk hari ini mengajar," katanya.
Tidak hanya itu, tugasnya sebagai wakil kepala sekolah juga tetap dilaksanakan seperti menyusun jadwal dan lain sebagainya. "Selama di Tokyo saya belum pernah perlu ngaruhke (mengingatkan tugas) tapi sudah terlaksana," ujarnya.