TGPF soal Investigasi Komnas HAM Penembakan Pendeta Yeremia: Kami Lebih Lengkap

2 November 2020 18:18 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ketua TGPF kasus Intan Jaya Benny Mamoto (tengah). Foto: Evarianus Supar/ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Ketua TGPF kasus Intan Jaya Benny Mamoto (tengah). Foto: Evarianus Supar/ANTARA
ADVERTISEMENT
Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya menanggapi hasil investigasi Komnas HAM dalam peristiwa penembakan Pendeta Yeremia Zanambani di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, pada 19 September 2020.
ADVERTISEMENT
Hasil investigasi Komnas HAM, penembak Pendeta Yeremia diduga seorang anggota TNI AD bernama Alpius yang kini menjabat Wakil Danramil Hitadipa.
Ketua Tim TGPF Intan Jaya, Benny Mamoto, mengatakan investigasi mereka merujuk keterangan saksi termasuk tokoh masyarakat hingga TNI-Polri. Sehingga laporan mereka akan lebih lengkap dibanding versi Komnas HAM.
"TGPF mewawancarai saksi-saksi keluarga dan saksi-saksi lain, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat di lokasi dan di Sugapa serta Jayapura. Bedanya dengan tim lain adalah kami mewawancarai aparat TNI dan Polri termasuk penyidik, sehingga wajar kalau hasil kami lebih lengkap dan komprehensif," kata Benny saat dihubungi, Senin (2/11).
"Data kami dari sumber data primer dan sekunder," tambah dia.
Selain menggunakan data yang dinilai lebih valid, Benny menyebut TGPF Intan Jaya tidak asal menyebutkan nama pihak yang masih diduga sebagai pelaku.
ADVERTISEMENT
Ia memastikan hasil investigasi TGPF bentukan Mahfud MD kini ditindaklanjuti hingga tingkat penyidikan.
"TGPF tidak menyebut nama orang yang diduga pelaku karena itu kewenangan penyidik dan harus didukung dua alat bukti. Temuan kami sedang ditindaklanjuti ke proses penyelidikan dan penyidikan sehingga kita tunggu saja ekspose hasilnya," kata Benny.
Lebih lanjut, Benny mengatakan investigasi Intan Jaya akan disampaikan kepada pemerintah termasuk ke Panglima TNI dan Kapolri.
"Hasil kami sudah disampaikan ke Menkopolhukam dan beliau sudah sampaikan ke Panglima TNI, Kapolri, Mendagri untuk ditindaklanjuti," tutup dia.