Serba-serbi Fit and Proper Test Jenderal Andika Perkasa di DPR

7 November 2021 7:28 WIB
·
waktu baca 7 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa.
 Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa. Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
KSAD Jenderal Andika Perkasa menjalani fit and proper test di DPR RI pada Sabtu (6/11). Uji kepatutan dan kelayakan tersebut dilakukan usai dia menjadi satu-satunya calon yang diusung Presiden Jokowi sebagai calon pengganti Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto yang memasuki masa pensiun.
ADVERTISEMENT
Dalam kesempatan tersebut, Andika Perkasa telah melalui proses uji kelayakan yang dilakukan Komisi I DPR untuk mendapat persetujuan menjadi Panglima TNI. Hasilnya, Andika mendapatkan persetujuan dan namanya akan dibawa ke rapat paripurna lalu diserahkan ke Presiden Jokowi untuk dilantik.
Dalam uji kelayakan tersebut, terdapat sejumlah hal yang terungkap. Berikut serba-serbi fit and proper test Jenderal Andika:
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan) melakukan salam komando dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang baru Jenderal TNI Andika Perkasa (kiri), di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/11/2018). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Panglima TNI dan 2 Pucuk Matra Tak Hadir

Saat tiba di DPR, Andika tampak tak didampingi oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, KSAL Laksamana TNI Yudo Margono, dan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Ia terlihat hadir bersama beberapa staf saja.
Mereka adalah Staf Ahli KSAD Mayjen Jani Iswanto, Irjen Letjen TNI Benny Susianto, Asrena KSAD Mayjen Hendrasto Joko Sasono, dan Wakil Asrena KSAD Brigjen AF Tarigan. Mereka terlihat duduk di belakang Andika saat melakukan FPT di ruangan Komisi I DPR.
ADVERTISEMENT
Andika mengatakan saat ini Hadi tengah melakukan kunjungan kerja di luar kota. Dia mengaku sudah sempat berkomunikasi dengan Hadi sebelum mengikuti uji kelayakan.
"Pak Hadi dinas luar dan sudah juga mengucapkan selamat. Ya, pokoknya semoga sukses gitu, ya, Itu kata beliau," kata Andika di Gedung DPR, Senayan, Sabtu (6/11).
Jenderal TNI Andika Perkasa mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/11). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Andika Perkasa Minta Maaf Fit And Proper Test Digelar Sabtu

Sebelum memulai proses uji kepatutan dan kelayakan, Andika menyampaikan maaf di hadapan anggota Komisi I. Maaf diutarakan Andika karena uji kepatutan dan kelayakan dilakukan pada hari Sabtu, yang seharusnya hari libur.
"Pertama-pertama saya mohon maaf karena hari Sabtu seharusnya libur, bapak-bapak dan ibu harus bekerja, permohonan maaf saya yang sebesar-sebesarnya," ucap Andika di Gedung DPR.
Jenderal TNI Andika Perkasa mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/11). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Visi, Misi, dan Program Andika Perkasa

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Fit and proper test Andika digelar dua sesi, secara terbuka dan tertutup. Andika di bagian pemaparan yang digelar terbuka mengungkap 8 program 'TNI adalah Kita' di hadapan anggota Komisi 1 DPR.
"Berangkat dari vision statement, saya memilih 'TNI adalah kita'. Saya ingin masyarakat Indonesia, masyarakat internasional, melihat TNI sebagai bagian dari mereka," kata Andika.
Berikut pernyataan lengkap Andika saat pemaparan terbuka yang menjelaskan 'TNI adalah Kita'.
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera. Yang terhormat Ibu Ketua Komisi I DPR RI, para Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Ibu-ibu dan Bapak-bapak anggota Komisi I DPR RI.
Pertama-pertama, saya mohon maaf karena hari Sabtu, seharusnya libur, bapak-bapak, ibu harus bekerja, permohonan maaf saya yang sebesar-besarnya.
ADVERTISEMENT
Sesuai dengan perintah Komisi I, saya akan menjelaskan, paling lama 5 menit. Memang ini yang saya siapkan, jadi berangkat vision statement saya memilih TNI adalah Kita.
Memang sangat singkat, tetapi justru di sini saya ingin masyarakat Indonesia, masyarakat internasional, melihat TNI sebagai bagian dari mereka. Ini sebetulnya menunjukkan saya tidak ingin melihat kita berharap terlalu tinggi, kita dengan segala keterbatasan, dengan kelebihan keanekaragaman semuanya, ya, ini lah kita, bisa saja ingin profesional, ingin lebih banyak lagi tetapi itu kan proses yag terus kami bangun.
Saya ingin masyarakat kita sesuai public policy and administration, masyarakat kita melihat TNI sebagai organisasi yang apa adanya, dengan segala kekurangan dan perbaikan yang kami jalani, tapi juga bukan berarti kita tidak bisa berbuat apa-apa, tetap banyak yang bisa kita lakukan.
ADVERTISEMENT
Keterbatasan pun punya cara berbeda, mengejar yang kita selesaikan, itu adalah vision statement saya.
Kemudian kalau mission statement, saya tidak ingin keluar dari UU Nomor 34 tentang TNI yang secara umum ada 3, menegakkan kedaulatan negara, keutuhan NKRI dan melindungi segenap bangsa dan tumpah darah. Tapi memang kami punya fokus. Dari sebetulnya 15 tugas.
Satu OMP atau operasi militer untuk perang dan selain perang. Kami ada beberapa fokus. Yang pertama dan terpenting adalah bagaimana kita melaksanakan tugas-tugas TNI dengan lebih mengembalikan kepada peraturan Undang-undang yang ada.
Tugas-tugas yang kami laksanakan selama ini sudah diatur dalam UU, tapi memang detailnya, implementasinya yang masih banyak kelemahan-kelemahan dan itu yang jadi prioritas pertama saya bagaimana mengembalikan tugas-tugas yang kita lakukan ini dengan benar-benar berpegang kepada UU. Jangan kelebihan dan harapan saya juga tidak akan mengambil sektornya kementerian atau lembaga lain.
ADVERTISEMENT
Kemudian yang kedua dan ini kan sudah diatur dan sudah keluar peraturan Kemenhannya pun bahwa operasi pengamanan perbatasan sesuatu yang harus jadi fokus dalam hal peningkatan.
Calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa tiba di Komisi 1 DPR RI menyampaikan visi dan misi Panglima TNI di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/11/2021). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Peningkatannya nanti bagaimana detailnya saya siap menjawab. Kemudian peningkatan kesiapsiagaan satuan TNI juga ini fokus, karena sebetulnya banyak yang bisa kita lakukan untuk membuat kita jauh lebih siap, baik menghadapi tugas-tugas operasi militer untuk perang dan selain perang.
Cyber adalah fokus kami berikutnya karena memang saat ini sudah hadir di mana-mana, sehingga kita tidak bisa menghindar dan menurut saya harus jadi fokus yang penting dibandingkan dengan keperluan-keperluan lain yang juga sebetulnya penting.
Kemudian untuk intelijen, khususnya di daerah-daerah yang ada gangguan keamanan mau pun konflik, apakah horizontal, apakah vertikal, sesuatu yang menurut kami perlu mendapatkan prioritas pada era ke depan.
ADVERTISEMENT
Berikutnya interoperabilitas harus terus menerus dan semakin sering kita satukan, sehingga semakin tahu kekurangan dan kelemahan kita, dan bagaimana di dalam kondisi yang belum terpenuhi ini bisa melakukan operasi bersama dengan 3 angkatan, karena itu suatu kebutuhan yang tidak bisa dihindari saat ini.
Kemudian penguatan integrasi, penataan organisasi masih banyak ruang untuk perbaikan. Di sana sini masih banyak kekurangan yang bisa diperbaiki untuk membuat team work jadi lebih bagus
Dan terakhir diplomasi militer yang sesuai kebijakan politik luar negeri kita pun semakin penting. Saya melihat ini juga suatu hal yang memang harus jadi lebih perhatian saya apabila suatu saat dipercayakan jadi Panglima TNI.
Jadi Ibu Ketua dan seluruh anggota, demikianlah apa yang bisa saya paparkan dan saya siap untuk menerima pertanyaan dan pendalaman tentang apa yang saya anggap cukup penting ini dengan sesi tertutup apabila dimungkinkan.
Jenderal TNI Andika Perkasa usai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/11). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Komisi I Setujui Andika Perkasa Jadi Panglima

Berdasarkan hasil verifikasi hingga fit and proper test, Ketua Komisi I Meutya Hafid menyatakan pihaknya memberikan persetujuan terhadap pengangkatan Andika sebagai Panglima TNI.
ADVERTISEMENT
"Memberikan persetujuan terhadap pengangkatan calon Panglima TNI Andika Perkasa sebagai Panglima TNI," kata Meutya.
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa. Foto: YouTube TNI AD

Program 100 Hari Andika Perkasa

Usai fit and proper test, Andika berbicara terkait program 100 hari pertama sebagai Panglima TNI. Andika mengatakan akan membuat TNI berpegang teguh pada peraturan perundang-undangan. Menurutnya, seluruh prajurit akan menjalankan tugas yang diberikan pemerintah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"Prioritas pertama saya adalah bagaimana membuat kita lebih memegang peraturan perundangan sebagai dasar kita, khususnya kami pelaku di bawah yang melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh pemerintah maupun tugas-tugas yang menurut kami perlu dilakukan. Itu saja, peraturan perundangan," jelasnya.
Andika menegaskan, melaksanakan tugas berdasarkan peraturan perundangan menjadi penting. Sehingga TNI tidak bertindak seenaknya. Andika juga menegaskan tidak akan mengambil tugas yang memang sudah menjadi kewenangan kementerian/lembaga. Sehingga TNI akan bertugas sesuai dengan tupoksinya.
Suasana rapat paripurna ke-4 masa persidangan I Tahun 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Disepakati Jadi Panglima 8 November

Meutya Hafid mengatakan setelah disetujui, nama Andika akan dibawa ke rapat paripurna untuk disepakati sebelum diserahkan kepada Presiden Jokowi untuk dilantik.
ADVERTISEMENT
"Dengan demikian Komisi I, calon Panglima TNI akan berproses ini secara kelengkapan dokumentasi akan kami tandatangani mewakili Komisi I untuk dibawakan pada rapat paripurna terdekat. Insyaallah saudara calon panglima kita segera setujui," kata Meutya.
Meutya menuturkan menurut informasi, rapat paripurna akan diadakan pada Senin (8/11). Namun, ia menunggu kepastian dari badan musyawarah (bamus).
"Dengar-dengarnya (rapur) akan dilaksanakan hari Senin. Tapi kami sampaikan hanya yang terkait dengan komisi I," tutup Meutya.