Rusia Luncurkan Pusat Koordinasi Gandum Atas Kesepakatan Ekspor dengan Ukraina

26 Juli 2022 19:24 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sebuah truk terlihat di terminal gandum selama panen jelai di wilayah Odesa, Ukraina. Foto: Igor Tkachenko/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah truk terlihat di terminal gandum selama panen jelai di wilayah Odesa, Ukraina. Foto: Igor Tkachenko/REUTERS
ADVERTISEMENT
Rusia mengirimkan delegasi untuk Pusat Koordinasi Gabungan (JCC) di Istanbul sebagai bagian dari kesepakatan untuk melanjutkan ekspor gandum dari Ukraina pada Selasa (26/7/2022).
ADVERTISEMENT
Kementerian Pertahanan Rusia menerangkan, JCC telah mulai beroperasi. Perwakilan mereka dalam inisiatif tersebut akan dipimpin oleh Laksamana Muda Eduard Luik.
Para delegasi kemudian akan bekerja dalam format empat arah. Koordinasi itu melibatkan Rusia, Ukraina, Turki, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Tugas utama spesialis Rusia di JCC adalah penyelesaian cepat dari semua masalah yang diperlukan agar kesepakatan dapat memasuki tahap implementasi," jelas Kemhan Rusia, dikutip dari Reuters, Selasa (26/7/2022).
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar menghadiri upacara penandatanganan di Istanbul, Turki, Jumat (22/7/2022). Foto: Murat Cetinmuhurdar/Handout via REUTERS
Rusia dan Ukraina menandatangani kesepakatan tersebut pada pekan lalu. Turki dan PBB menengahi negosiasi itu demi membuka blokir ekspor biji-bijian dari pelabuhan Laut Hitam.
Perjanjian tersebut sempat terancam oleh serangan rudal Rusia terhadap pelabuhan Odessa di Ukraina. Serangan itu muncul 12 jam setelah upacara penandatanganan di Istanbul.
ADVERTISEMENT
Ukraina lantas segera mengecam tindakan Rusia. Ukraina menggarisbawahi, Rusia harus bertanggung jawab bila krisis pangan kian menjulang akibat runtuhnya kesepakatan tersebut.
Kendati demikian, kedua pihak kemudian memutuskan untuk terus mendorong perjanjian itu.
Terminal gandum terlihat setelah serangan rudal Rusia di pelabuhan laut Odesa, saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, Ukraina, Sabtu (23/7/2022). Foto: Stringer/REUTERS
Kesepakatan tersebut dapat mengembalikan pengiriman gandum senilai USD 10 miliar (Rp 150 triliun) dari Ukraina. Kiev kini dapat menjual sekitar 20 juta ton dari panen gandum pada tahun lalu.
Ukraina dan Rusia menyumbang sepertiga dari ekspor gandum di dunia sebelum invasi pada 24 Februari. Melalui kesepakatan teranyar, Ukraina akan kembali mengerahkan gandum, minyak bunga matahari, pupuk, dan produk lainnya ke pasar global.
Kedua pihak mengharapkan, langkah itu dapat mencegah ancaman kelaparan. Rusia menambahkan, Moskow tidak akan mengambil keuntungan dari pembukaan jalur pelayaran atas kesepakatan itu.
ADVERTISEMENT
"Rusia telah mengambil kewajiban yang dijabarkan dengan jelas dalam dokumen ini. Kami tidak akan mengambil keuntungan dari fakta bahwa pelabuhan akan dibersihkan [dari ranjau] dan dibuka," tegas Menhan Rusia, Sergei Shoigu.