Rusia Klaim Hampir Sepenuhnya Kuasai Luhansk di Ukraina Timur

20 Mei 2022 18:18 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu berjalan saat parade militer Hari Kemenangan ke-77 di Lapangan Merah, Moskow, Rusia, Senin (9/5/2022). Foto: Maxim Shemetov/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu berjalan saat parade militer Hari Kemenangan ke-77 di Lapangan Merah, Moskow, Rusia, Senin (9/5/2022). Foto: Maxim Shemetov/REUTERS
ADVERTISEMENT
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu pada Jumat (20/5/2022) mengatakan tentaranya hampir menguasai sepenuhnya wilayah separatis bagian timur Ukraina, Luhansk.
ADVERTISEMENT
Menguasai wilayah Luhansk merupakan salah satu tujuan utama serangan militer Rusia diluncurkan ke Ukraina. Hal ini disebabkan Presiden Rusia Vladimir Putin ingin melindungi penduduk di Luhansk yang berbahasa Rusia namun ditindas keberadaannya oleh Ukraina.
Luhansk dan Donetsk merupakan dua wilayah separatis yang ingin memisahkan diri dari Ukraina. Rusia pun mengakui kedaulatan Luhansk dan Donetsk sebagai negara republik independen.
"Pembebasan Republik Rakyat Luhansk hampir selesai," kata Shoigu dalam sebuah pertemuan tingkat menteri yang disiarkan di televisi lokal, dikutip dari AFP.
Militer Rusia mengibarkan bendera Rusia dan separatis yang memproklamirkan diri sebagai Republik Rakyat Luhansk (LNR) di luar cabang bank Oschad di Stanytsia Luhanska, Luhansk, Ukraina. Foto: Alexander Ermochenko/REUTERS
Secara terpisah, Shoigu juga mengatakan sebanyak 1.908 tentara Ukraina yang bertugas di pabrik baja Azovstal di kota pelabuhan Mariupol telah menyerah dan dievakuasi ke wilayah lain yang berada di bawah kekuasaan Rusia.
ADVERTISEMENT
Pada akhir April lalu, Rusia mengeklaim telah menguasai Mariupol, salah satu kota terpenting di Ukraina. Yang tersisa di Mariupol kala itu adalah unit militer terakhir Ukraina yang masih terperangkap di pabrik baja Azovstal.
Sedangkan pada awal Mei ini, Shoigu mengatakan pihak berwenang Ukraina berusaha merebut kembali Pulau Ular di Laut Hitam yang berhasil dikuasai oleh pasukan Rusia ketika serangan militernya ke Ukraina baru dimulai.