Rekomendasi Pemugaran Terbit, Sarinah Juga Akan Jadi Tempat Wisata Sejarah

10 September 2021 14:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Warga melintas di depan toko Sarinah yang tutup, di Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
zoom-in-whitePerbesar
Warga melintas di depan toko Sarinah yang tutup, di Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
ADVERTISEMENT
Gedung Sarinah yang dikelola oleh PT Sarinah (Persero) sebagai bangunan tertua di Jakarta saat ini tengah melakukan proyek transformasi.
ADVERTISEMENT
Terkait hal tersebut, Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta memberikan surat rekomendasi pemugaran dalam kegiatan transformasi Gedung Sarinah.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana, mengatakan rekomendasi yang dikeluarkan sebagai upaya Pemprov DKI dalam pelestarian dan pembangunan kota.
Gedung dan logo Sarinah. Foto: Shutter Stock
"Gedung Sarinah memiliki latar belakang sejarah yang tidak boleh terlupakan dalam sejarah perkembangan kota di Jakarta. Di dalam Sarinah nanti, masyarakat akan menikmatinya bukan hanya sekadar belanja, tapi juga unsur kepariwisataan, sejarah serta kekayaan budaya Nusantara,” ujar Iwan dikutip dari PPID, Jumat (10/9).
“Penerbitan surat rekomendasi pemugaran dalam kegiatan transformasi Gedung Sarinah ini merupakan bagian dari upaya perlindungan yang dilakukan oleh Disbud DKI Jakarta terhadap Bangunan Cagar Budaya, Objek Diduga Cagar Budaya, ataupun bangunan yang berada di Kawasan Pemugaran DKI Jakarta,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, Disbud DKI Jakarta meminta pertimbangan dari Tim Sidang Pemugaran (TSP) untuk menerbitkan surat rekomendasi pemugaran.

Proyek Transformasi Gedung Sarinah

Sarinah merupakan bangunan tinggi atau bangunan pencakar langit pertama di Jakarta yang terdiri dari 1 lantai basement dan 14 lantai. Bangunan ini memiliki arsitektur gaya internasional dengan ciri utama terdapat menara yang berada di bagian belakang plaza.
Dalam proyek transformasi tersebut, nantinya akan dibangun gedung parkir non permanen yang terdiri dari 4 lantai dengan desain ruang hijau di posisi timur Gedung Sarinah.
Pembangunan proyek-proyek besar tersebut dimaksudkan sebagai upaya dalam pembentukan karakter bangsa dan menunjukkan kebesaran dari bangsa yang baru merdeka dan sejajar dengan negara-negara besar lainnya.