Protes Pemanasan Global, 2 Aktivis Lem Tangan ke Lukisan Francisco Goya

7 November 2022 15:20 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pengunjung melihat 'La maja desnuda' dan 'La maja vestida' ('The Clothed Maja') karya seniman Spanyol Francisco Goya (1746-1828) saat dipamerkan di pameran karya Goya, di Royal Academy of Arts di London, Inggris, 7 Desember 1963. Foto: Evening Standard/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung melihat 'La maja desnuda' dan 'La maja vestida' ('The Clothed Maja') karya seniman Spanyol Francisco Goya (1746-1828) saat dipamerkan di pameran karya Goya, di Royal Academy of Arts di London, Inggris, 7 Desember 1963. Foto: Evening Standard/Getty Images
ADVERTISEMENT
Dua aktivis lingkungan menempelkan tangan dengan lem ke bingkai lukisan karya pelukis legendaris Francisco Goya dari Spanyol pada Sabtu (5/11). Aksi ini dilakukan untuk mengkritik lambannya dunia menghadapi isu pemanasan global.
ADVERTISEMENT
Menurut keterangan kepolisian, para aktivis menuliskan “+1,5 C” di kedua lukisan yang ditempatkan di Museum Prado, Madrid. Kedua karya seni yang jadi sasaran aksi adalah lukisan “The Naked Maja” dan “The Clothed Maja”
“Lukisan tidak rusak tetapi bingkai mengalami sedikit cacat. Kami sedang berusaha untuk memperbaikinya secepat mungkin. Kami menolak membahayakan warisan budaya sebagai sarana protes," respons Museum Prado dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh AFP.
Tulisan yang ditulis oleh aktivis gerakan Extinction Rebellion ini mengacu pada target Perjanjian Paris untuk membatasi pemanasan 1,5 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri.
PBB mengatakan bahwa belum ada keseriusan negara untuk mencapai kesepakatan tersebut. Aksi protes dilangsungkan menjelang KTT COP27 di Mesir yang akan dimulai pada Minggu (6/11).
ADVERTISEMENT
Dalam video yang beredar terlihat dua orang aktivis menarik lem dari pakaian dan menempelkan tangan mereka ke bingkai sebelum menyerukan aksi darurat iklim. Pengunjung yang melihat segera melaporkan kedua aktivis tersebut kepada petugas keamanan.
Menteri Kebudayaan Spanyol Miquel Iceta mengecam aksi itu dengan menyebutnya sebagai tindakan vandalisme. Lebih lanjut, ia berkata tidak ada alasan yang membenarkan serangan atas warisan budaya. Kedua aktivis tersebut pun langsung ditangkap dan ditahan.
Aksi protes yang menyasar karya seni berupa lukisan bukan pertama kali terjadi. Sehari sebelumnya, aktivis juga menumpahkan sup kacang pada mahakarya Vincent van Gogh di Roma pada Jumat (4/11).
Sedangkan pada Oktober lalu, aktivis lingkungan juga melemparkan sup tomat ke lukisan Bunga Matahari Van Gogh yang ada di Galeri Nasional London.
ADVERTISEMENT
Aktivis lingkungan menilai aksi ini tidak dapat dipahami secara gamblang sebagai tindakan vandalisme belaka. Mereka menyebutnya sebagai seruan putus asa atas ancaman perubahan iklim yang kini semakin terasa dampaknya.
Penulis: Thalitha Yuristiana.