Polemik Podcast LGBT Deddy Corbuzier: Ramai Kecaman hingga Di-Take Down

11 Mei 2022 8:05 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi LGBT. Foto: Ognen Teofilovski/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi LGBT. Foto: Ognen Teofilovski/REUTERS
ADVERTISEMENT
Podcast Deddy Corbuzier yang mengundang pasangan gay Ragil dan Fred menuai sorotan.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Ragil yang sering kali membagikan kehidupan pernikahan gay-nya dengan Fred, pria Jerman, sempat viral di media sosial TikTok.
Ragil kembali menjadi perbincangan publik setelah kemunculannya dalam video podcast yang diunggah Deddy dalam kanal Youtube pribadinya.
Video itu menimbulkan berbagai kritikan dari berbagai pihak. Bukan hanya kritikan untuk Ragil dan Fred, melainkan juga kepada Deddy yang telah mengundangnya.
Deddy Corbuzier di Menara BCA Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (7/11). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Kiai di Jateng Sebut Podcast Deddy Corbuzier Sebarkan Amoral

Deddy Corbuzier dinasihati agar tak menyebarkan pesan amoral terkait Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) lewat podcast di situs YouTube-nya. Pesan ini datang datang dari Ketua umum Forum Komunikasi Kiai-Kiai Muda (FSKM) se-Jateng H Akomadhien Shofa.
"Sungguh terlalu YouTuber Deddy Corbuzier karena telah mengangkat diskusi soal Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) lewat podcast di situs YouTube-nya," kata Akomadhien.
ADVERTISEMENT
Akomadhien menuturkan, Deddy Corbuzier sebagai public figure semestinya tidak malah mempromosikan penyakit masyarakat, yang bisa merusak bangsa. Deddy dalam podcast terbarunya menampilkan pasangan gay seorang pria Indonesia dan pria Jerman.
"Secara tidak langsung dan terang-terangan dia telah menyiarkan kelompok LGBT, tayangan yang semestinya tidak pantas untuk dikonsumsi publik sebuah tindakan yang keliru dan amoral," beber Akomadhien.
"Jika kita diam berarti Kita menjadi bagian yang mengamini Deddy Corbuzier, artinya ikut membesarkan LGBT," lanjut dia.
H. Akomadhien Shofa, Ketua umum Forum Komunikasi Kiai-Kiai Muda (FSKM) se Jateng. Foto: Dok. Istimewa
Menurut Akomadhien, kelompok LGBT bukanlah suatu hal yang normal melainkan aib. Sejarah peradaban telah mengisahkan LGBT sejak zaman Nabi Luth.
"Indonesia yang menganut ideologi Pancasila yang menjadikan nilai-nilai agama sebagai panduannya. Jelas LGBT adalah persoalan yang semestinya disembuhkan, dan tidak boleh dibiarkan karena bisa merusak kehidupan serta kesehatan masyarakat kita," ujar dia.
ADVERTISEMENT
Jadi, jelas LGBT tidak sesuai dengan falsafah bangsa Indonesia dan ajaran agama mana pun.
Cholil Nafis. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Ketua MUI Kecam Podcast Deddy Corbuzier

Ketua MUI Cholil Nafis menyatakan, LGBT adalah suatu ketidaknormalan yang harus diobati bukan ditoleransi.
“Saya masih menganggap LGBT itu ketidaknormalan yang harus diobati, bukan dibiarkan dengan dalih toleransi. Meskipun itu bawaan lahir, bukan itu kodratnya. Manusia itu yang normal adalah laki berpasangan dengan perempuan, begitu juga sebaliknya,” jelas Cholil.
Cholil mengimbau masyarakat muslim untuk tidak ikut menonton dan menyiarkan konten Ragil dan Fred.
“Janganlah kita ikut menyiarkan pasangan LGBT itu,” kata Cholil.
Penampilan pasangan gay sebagai pembicara dalam suatu podcast yang disebarkan luas di Indonesia menjadi hal sangat sensitif. Sehingga muncul banyak komentar negatif terhadap video tersebut.
ADVERTISEMENT
Cholil menegur Deddy karena telah mengundang pasangan gay Ragil dan Fred. Ia menyatakan bahwa Islam melarang adanya LGBT dan LGBT bukanlah suatu hal yang dapat ditoleransi.
“Yang jelas pasangan itu sudah masuk podcastnya. Saya berharap yang punya podcast itu paham kalau Islam melarang dan mengutuk LGBT. LGBT itu harus diamputasi, bukan ditoleransi,” ungkapnya.
Deddy Corbuzier di Menara BCA Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (7/11). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Politikus PPP Serukan Boikot YouTube Deddy Corbuzier

Anggota Komisi Pendidikan DPR Fraksi PPP Illiza Sa'adudin Djamal, meminta masyarakat memboikot akun YouTube Deddy Corbuzier jika konten itu tak dihapus.
"Konten tersebut sangat tidak layak dan tidak mendidik. Dari memberikan panggung dengan mengundang pasangan gay itu saja sudah sangat tidak mencerminkan budaya kita," jelas Illiza.
Illiza mengatakan, jika dibiarkan, maka konten tersebut akan sangat berbahaya karena mempromosikan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender).
ADVERTISEMENT
"Ini sangat bertentangan dengan negara kita, negara yang beragama, apalagi bagi Islam, perbuatan tersebut sangat dilaknat," tutur fia.
Ia meyakini semua agama di Indonesia melarang LGBT, termasuk dalam hukum Indonesia disebutkan pernikahan sesama jenis telah melanggar UU tahun 1974 tentang Perkawinan, yang menyebutkan perkawinan yang dianggap sah berdasarkan perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita.
"Islam sangat tegas, bahwa perbuatan tersebut jelas dilarang. Hal ini berdasarkan nas Al-Quran surat al-A'raf ayat 80-80, "Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu? Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.'" paparnya.
ADVERTISEMENT
Illiza pun mengecam aksi Deddy yang mengundang pasangan gay tersebut. Menurutnya, sebagai public figure harus lebih hati-hati lagi dalam membuat konten.
Deddy Corbuzier. Foto: Instagram @mastercorbuzier

Deddy Corbuzier Take Down Konten Podcast LGBT

Deddy Corbuzier akhirnya melakukan take down konten video podcast di Youtube yang berisi obrolan dengan pasangan gay Ragil dan Fred. Video ini menuai protes dari netizen Indonesia dan para tokoh.
Deddy Corbuzier pun meminta maaf atas konten sensitif tersebut karena telah membuat gaduh masyarakat.
"Seperti biasa ketika gaduh di sosmed. Saya minta maaf. Kebetulan masih dalam suasana bulan Syawal," ujarnya.
Meski demikian, Deddy Corbuzier sejak awal menegaskan konten yang dibuatnya tersebut tak ada niat dan tujuan untuk mendukung LGBT. Yang ia soroti hanyalah fenomena LGBT yang ada saat ini.
ADVERTISEMENT
"Sejak awal saya bilang tidak mendukung kegiatan LGBT. Saya hanya melihat mereka sebagai manusia. Hanya membuka fakta bahwa mereka ada di sekitar kita dan saya pribadi merasa tidak berhak men-judge mereka," terang Deddy Corbuzier.
"Sekali lagi mohon maaf buat semua pihak yang terimbas akan hal ini termasuk mereka," imbuhnya.
Menkominfo Johnny G. Plate di Kementerian Kominfo, Selasa (10/5/2022). Foto: Haya Syahira/kumparan

Menkominfo Peringatkan Deddy Corbuzier soal Konten LGBT

ADVERTISEMENT
Menkominfo, Johnny G. Plate memberikan tanggapan terkait dengan konten podcast Deddy Corbuzier dengan pasangan LGBT. Johnny sekaligus memberi peringatan kepada Deddy soal konten di podcast.
“Jangan sampai karena keteledoran kita lupa memperhatikan peraturan perundang-undangan, apalagi yang berkaitan dengan nilai-nilai kultural dan religiusitas kita,” kata Jhonny.
Jhonny meminta agar para konten kreator agar lebih memperhatikan konsep acara yang dikemas dengan tetap memperhatikan nilai agama dan budaya setempat yang dianut.
ADVERTISEMENT
Apalagi, Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama islam dan tidak mewajarkan LGBT.
“Saya sekali lagi minta tolong bahwa konten kreator itu harus kreatif, inovatif, itu bagus. Tapi jaga nilai kultural dan religiusitas masyarakat kita,” jelasnya.
Meskipun sudah memberikan peringatan langsung, Jhonny mengatakan pihak Kominfo tidak akan melakukan take down secara paksa maupun pemblokiran konten Deddy tersebut.