Pengosongan SDN Pondok Cina 1 Diadang Wali Murid, Satpol PP Depok Pilih Mundur

11 Desember 2022 13:45 WIB
·
waktu baca 2 menit
Kasatpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny saat coba melakukan komunikasi dengan para wali murid SDN Pondok Cina 1, Mingu (11/12/2022). Foto: Ananta Erlangga/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kasatpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny saat coba melakukan komunikasi dengan para wali murid SDN Pondok Cina 1, Mingu (11/12/2022). Foto: Ananta Erlangga/kumparan
ADVERTISEMENT
Pemerintah Kota Depok akhirnya menarik mundur petugas Satpol PP yang hendak melakukan relokasi dan pengosongan aset di SDN Pondok Cina 1, Minggu (11/12).
ADVERTISEMENT
Puluhan petugas Satpol PP tersebut sebelumnya diadang para wali murid yang tak ingin sekolah anak mereka diratakan dengan tanah. Para wali murid itu memblokade pintu gerbang sekolah.
Kasatpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny sempat berusaha berkomunikasi dengan para wali murid, namun cara itu berlangsung alot. Lienda akhirnya memutuskan menarik mundur anggotanya.
"Kita ingin membuka ruang dialog, tetapi nanti tolong ini yang benar-benar mewakili dari para orang tua murid. Ini sudah ada niat baik dari Pemerintah Depok, kita duduk bareng dulu," kata Linda di SDN Pondok Cina 1, Minggu (11/12).
Wali murid SDN 1 Pondok Cina menghadang petugas Satpol PP yang hendak melakukan penertiban, Minggu (11/12/2022). Foto: Ananta Erlangga/kumparan
Lienda mengungkapkan pihaknya tidak mau mengambil langkah represif dengan adanya penolakan dari wali murid tersebut. Ia akan terus berusaha untuk mengambil langkah persuasif dalam proses pengosongan aset itu.
ADVERTISEMENT
"Tadi lihat sendiri, dialog sudah alot dari tadi. Ini kan harus melihat kondisinya, kalau persepsi masing-masing belum nyambung, ini harus disambungkan lagi. Harus ada mediasi atau forum untuk bisa berdialog lagi," katanya.
"Kalau kita dipaksakan masuk, meski kita punya kewenangan, namun melihat kondisi dan menjaga situasi kondisi tetap kondusif maka kita buka komunikasi," sambungnya.
Lebih jauh, Lienda mengatakan bahwa kehadiran Satpol PP pada hari ini atas permintaan dari Dinas Pendidikan Kota Depok untuk membantu proses pengosongan aset di SDN Pondok Cina 1 yang sudah beralih peruntukannya dari pendidikan ke masjid.
Wali murid SDN 1 Pondok Cina menghadang petugas Satpol PP yang hendak melakukan penertiban, Minggu (11/12/2022). Foto: Ananta Erlangga/kumparan
"Intinya, kami mengawal, menjaga dan mengupayakan Disdik untuk bisa mengamankan aset-aset yang ada di ruang kelas-ruang kelas itu untuk bisa dipindahkan ke SD yang nanti kita gunakan untuk anak-anak," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Airlangga Julio dari Lembaga Bantuan Hukum yang mendampingi para orang tua murid masih belum menentukan kapan waktu untuk berdialog dengan Pemkot Depok.
"Telah tercapai keputusan bahwa pihak pemkot sudah menarik daripada Satpol PP dan menarik semua pihak keamanan. Hari ini semuanya akan cooling down dan pihak pemkot akan mendengarkan aspirasi dari pihak murid," katanya.