Menag Akan Kirim Tim Tangani Kasus Penolakan Upacara Odalan di Bantul

14 November 2019 12:36 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri Agama Fachrul Razi menjadi pembicara dalam acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda 2019 di Sentul, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Agama Fachrul Razi menjadi pembicara dalam acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda 2019 di Sentul, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
ADVERTISEMENT
Menteri Agama Fachrul Razi buka suara terkait masalah penolakan upacara odalan di Desa Mangir Lor Rt 02, Sendangsari, Pajangan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), beberapa waktu lalu
ADVERTISEMENT
Fachrul memastikan akan mengirim tim agar bisa menyelidiki persoalan yang terjadi. Sehingga, dia bisa mengambil tindakan atau keputusan yang berkaitan dengan kewenangannya.
"Saya pasti akan tanya, apa alasannya, akan kita kirim tim untuk nanya, mencoba menengahi. Pasti ada upaya," kata Fachrul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/11).
Fachrul menegaskan tugas pemerintah salah satunya adalah untuk menjembatani dari kelompok-kelompok yang bermasalah. Tujuannya adalah memberikan solusi yang dianggap terbaik.
"Semua kan mencoba lah, mencoba menjembatani satu per satu case by case kan saya bilang," ujarnya. "Semua kan kita musyawarah. Itu akan saya lakukan pasti".
Menteri Agama Fachrul Razi menjadi pembicara dalam acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda 2019 di Sentul, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Sebelumnya, masalah intoleransi kembali terjadi di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.
Baru-baru ini, masalah intoleransi kembali terjadi. Salah satu warga bernama Utiek Suprapti (57), perempuan beragama Hindu itu mendapat penolakan ketika menggelar upacara odalan di rumahnya di Desa Mangir Lor Rt 02, Sendangsari, Pajangan, Bantul lantaran dianggap tak memiliki izin.
ADVERTISEMENT
Upacara odalan yang ia gelar merupakan sebuah ritual untuk menghormati dewa yang ada di pura peninggalan Ki Ageng Mangir yang berada tidak jauh dari tempat tersebut.
Upacara peribadatan di Bantul, yang dihentikan warga. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Odalan merupakan rangkaian upacara Dewa Yadnya yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widi pada sebuah pura atau tempat suci. Biasanya, prosesi odalan atau hari besar tersebut dipimpin oleh orang suci seperti pemangku ataupun pendeta.
Seperti dikutip dari laman Pesona Indonesia, Piodalan atau odalan berasal dari kata "wedal" yang memiliki arti "keluar" atau "lahir". Jadi, layaknya perayaan hari ulang tahun, odalan tersebutlah ditetapkan sebagai hari lahir sebuah pura atau bangunan suci. Dengan kata lain, piodalan merupakan peringatan hari lahirnya sebuah tempat suci umat Hindu.
ADVERTISEMENT