Hoaxbuster: Benarkah Jantung Manusia Berhenti Berdetak saat Bersin?

26 November 2021 16:41 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Hoaxbuster: Klaim manusia meninggal dalam beberapa detik saat bersin adalah hoaks  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Hoaxbuster: Klaim manusia meninggal dalam beberapa detik saat bersin adalah hoaks Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Sebuah unggahan di media sosial menulis bahwa seseorang yang sedang bersin, jantungnya berhenti berdetak dan meninggal selama beberapa detik.
ADVERTISEMENT
Unggahan itu menuai reaksi warganet, sebagian mempercayai klaim itu dan membenarkan adanya kejadian yang disebut kematian sementara akibat bersin.

Cek fakta

Faktanya, klaim tersebut adalah mitos. Klaim saat bersin manusia mengalami kematian sementara sudah lama tersebar dan dipercaya kalangan umum.
Direktur Asosiasi di Northwestern University, Dr Clyde Yancey, mengungkapkan, tidak ada dampak yang ditimbulkan pada Kardiovaskular dari bersin.
“Ini adalah mitos yang harus dihentikan,” tuturnya, dikutip dari USA Today, Jumat (26/11).
Yancey menambahkan, bersin merupakan kondisi yang terjadi karena dipicu oleh sesuatu yang mengganggu hidung seperti debu, alergi, virus atau polusi udara.
Sementara menurut Ketua Rhinology Columbia University, Dr David Gudis, bersin merupakan refleks neurologis yang melindungi saluran pernapasan.
"Pada dasarnya bersin adalah 'batuk' untuk saluran napas bagian atas. Ini adalah mekanisme yang sangat efektif untuk mengeluarkan udara, hal atau benda yang mengiritasi dan mengganggu saluran napas," tegasnya.
ADVERTISEMENT

Kesimpulan

Klaim manusia mengalami kematian sementara karena jantung berhenti berdetak saat bersin adalah hoaks.