Hidayat Nur Wahid Tak Yakin UAS Mundur dari PNS karena Larangan Menpan

15 Oktober 2019 20:55 WIB
Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid memberikan tanggapannya mengenai pengunduran diri Ustaz Abdul Somad (UAS) sebagai PNS di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, Riau.
ADVERTISEMENT
"Iya itu hak warga negara untuk jadi PNS atau untuk mundur dari PNS, saya juga dulu bukan PNS," kata Hidayat setelah bertemu wapres terpilih Ma'ruf Amin di Situbondo, Jakarta Pusat, Selasa (15/10).
Hidayat mengatakan mundurnya meski tidak menjadi PNS, ia yakin UAS tetap akan memberikan yang terbaik bagi ummat.
"Jadi tentu semuanya dalam posisi apa pun akan dimaksimalkan untuk kepentingan umat kepentingan bangsa," ucapnya.
Selain itu, Hidayat menambahkan, mundurnya UAS sebagai PNS, hal itu tentu akan memberikan jatah kursi kepada masyarakat yang ingin menjadi PNS. Karena banyak masyarakat yang ingin menjadi PNS.
"Kan sekarang terlalu banyak orang ingin jadi PNS, jadi kalau kemudian UAS mundur, mungkin itu memberi 1 kursi pada yang lain untuk jadi PNS," ucap Hidayat.
ADVERTISEMENT
Hidayat tidak yakin mundurnya UAS sebagai PNS berkaitan dengan pernyataan MenpanRB Syafruddin yang melarang PNS mengkritik pemerintah. Menurutnya UAS tidak mungkin asal memberikan kritik kepada pemerintah.
"Pak UAS kan sebagai mubalig tentu beliau tidak mengkritisi, beliau menyampaikan ajaran agama Islam tentang yang munkar yang bagaimana. Harus dikoreksi, yang maruf bagaimana harus didukung. Tentu beliau sangat mengerti amar maruf dengan cara yang maruf dan nahi munkar. Tidak dengan cara yang munkar," tutur Hidayat.
"Maka sesungguhnya beliau tidak sedang dalam 'mengumbar aib' tapi sedang memperbaiki hal yang menurut beliau tidak baik dan saya kira harusnya dewan kampus gitu. Kampus itu harusnya mengajarkan kebenaran dan mengoreksi ketidak benaran dengan cara yang benar," tutupnya.
ADVERTISEMENT
Salah seorang sahabat UAS, Hendriyanto tak yakin UAS mundur karena Menpan baru saja mengeluarkan larangan ASN tak boleh mengkritik pemerintah.
"Bukan. Bukan karena politik. UAS ini kan jadwal ceramahnya sudah banyak, jadi waktu untuk ke kampus itu sudah tidak sanggup lagi," kata dia kepada Selasar Riau.