Di Komisi III DPR, Kapolri Setuju Jalur Sepeda Permanen di Jakarta Dibongkar

16 Juni 2021 13:26 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pesepeda melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (6/6/2021). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pesepeda melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (6/6/2021). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Jalur sepeda di Jakarta masih terus memunculkan polemik. Hal ini bahkan menjadi pembahasan di Komisi III DPR saat rapat dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
ADVERTISEMENT
Semula, permasalahan jalur sepeda ini diutarakan oleh anggota Komisi III dari NasDem Taufik Besari. Banyaknya pesepeda tentu sangat baik untuk kesehatan dan peralihan dari transportasi pribadi ke transportasi umum.
Pesepeda memacu kecepatan saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (30/5/2021). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
Tapi, ada polemik yang muncul termasuk soal jalur sepeda road bike yang dianggap sangat diskriminatif.
Karena itu, dia meminta Kapolri untuk mengatur kembali jalur sepeda di Jakarta yang belakangan menimbulkan berbagai polemik.
"Ada semacam permasalahan di jalan baik pesepeda harus diberikan fasilitas yang adil dipenuhi hak-haknya. Pengaturannya bisa diatur jamnya jalurnya. Bagimana masyarakat tetap aman, pesepeda juga aman. Tidak terjadi konflik yang mengakibatkan semangatnya turun," kata Taufik Besari di ruang komisi III, DPR, Jakarta, Rabu (16/6).
Sejumlah pesepeda dari Bike to Work Indonesia dan mitra koalisinya menunggu pencopotan rambu bertuliskan kecuali road bike di sekitar JLNT Casablanca. Foto: Sigid Kurniawan/Antara Foto
Hal berbeda diungkapkan Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni. Dia bahkan secara tegas meminta jalur sepeda permanen dihilangkan saja.
ADVERTISEMENT
Terlebih, ada sudah ada gesekan antar-komunitas sepeda yang muncul karena adanya dugaan diskriminasi. Belum lagi, nantinya ada pengendara motor yang ingin meminta jalur khusus bila pola ini terus dibiarkan.
"Kita ingin bagaimana jalan ini tidak ada diskriminasi, baik untuk road bike maupun seli bike. Biarkan risiko ditanggung masing-masing," ujar dia.
Menanggapi hal itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit menyatakan setuju agar jalur sepeda permanen itu dihilangkan saja. Meski begitu, Polri akan berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta hingga Kemenhub terkait hal ini.
"Saya setuju untuk jalur sepeda permanen nanti dibongkar saja. Kami akan studi banding ke luar, bagaimana sepeda olahraga dan sepeda terkait untuk bekerja, dengan jamnya dan pengaturan luasnya nanti akan kami koordinasikan dengan Kemenhub dan Pemda sehingga jalur sepeda tetap ada dan jam dibatasi sehingga tidak mengganggu pengguna lain," ucap dia.
ADVERTISEMENT
****
Saksikan video menarik di bawah ini: