Bos Besar Penyelundup Rohingya ke Aceh Ada di Malaysia

22 Februari 2023 16:17 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sejumlah imigran etnis Rohingya beristirahat usai terdampar di Desa Lampanah Leugah, Kecamatan Seulimeuem, Aceh Besar, Aceh, Kamis (16/2/2023).
 Foto: Humas Polda Aceh
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah imigran etnis Rohingya beristirahat usai terdampar di Desa Lampanah Leugah, Kecamatan Seulimeuem, Aceh Besar, Aceh, Kamis (16/2/2023). Foto: Humas Polda Aceh
ADVERTISEMENT
Polres Pidie mengungkap jaringan sindikat penyelundup pengungsi Rohingya ke Aceh. Jaringan ini disebut dikendalikan oleh bos besar yang berada di Malaysia.
ADVERTISEMENT
Salah satu yang ditangkap yakni Robi Alam bin Hashim. Dia diduga merupakan agen atau suruhan dari bos besar di Malaysia bernama Khalek, Mohammad Rofiq Fayat, dan Md Yunos dari Malaysia.
“Pelaku yang telah kita amankan itu juga merupakan warga etnis Rohingya juga, ia dikendalikan dari Malaysia, bos besarnya di sana,” kata Kapolres Pidie AKBP Imam Asfali saat dikonfirmasi kumparan, Rabu (22/2).
Namun demikian, Imam belum dapat memastikan apakah bos tersebut merupakan etnis Rohingya juga atau bukan.
Imam mengaku, saat ini pihaknya juga sedang mencari tahu sosok utama di balik banyaknya penyelundupan imigran Rohingya ke Aceh tersebut. Polres Pidie telah berkoordinasi dengan petugas Imigrasi untuk menyelidiki ketiga bos besar tersebut.
ADVERTISEMENT
“Kita menunggu perkembangan dari rekan-rekan imigrasi terkait pengembangan perkaranya,” ungkapnya.
Sejumlah imigran etnis Rohingya beristirahat usai terdampar di Desa Lampanah Leugah, Kecamatan Seulimeuem, Aceh Besar, Aceh, Kamis (16/2/2023). Foto: Humas Polda Aceh
Sebelumnya, Polres Pidie menangkap Robi Alam bin Hashim di penampungan sementara Yayasan Mina Raya, Gampong (Desa) Leun Tanjong, Kecamatan Padang Tijie, Pidie.
Robi Alam diciduk petugas saat hendak membawa pengungsi Rohingya di sana, setelah sebelumnya dia gagal menjalankan misi membawa kabur para imigran di Lhokseumawe.
"Sesuai perintah bosnya, pelaku hendak membawa kabur pengungsi Rohingya ke Medan hingga kemudian diseberangkan ke Malaysia," ucap Imam.