Alasan Effendi Simbolon Tak Lagi Nyaleg di 2024: Mau Nyapres

24 Agustus 2023 14:13 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (tengah) didampingi Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun (kiri) konferensi pers pemanggilan Effendi Simbolon (kanan) untuk memberikan klarifikasi di DPP PDIP, Jakarta pada Senin (10/7/2023).  Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (tengah) didampingi Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun (kiri) konferensi pers pemanggilan Effendi Simbolon (kanan) untuk memberikan klarifikasi di DPP PDIP, Jakarta pada Senin (10/7/2023). Foto: Luthfi Humam/kumparan
ADVERTISEMENT
Politikus PDIP Effendi Simbolon berbicara langkah politiknya ke depan usai memutuskan tak lagi nyaleg dan digantikan Ferdinand Hutahaean di Dapil Jakarta III di 2024. Ia berseloroh ingin maju sebagai capres.
ADVERTISEMENT
"Kita mau nyapres. Pokoknya jadi capres, emang enggak bisa (jadi capres), emang enggak berkompeten kita," seloroh Effendi di Gedung DPR, Senayan, Kamis (24/8).
Saat ini, Effendi masih menjabat sebagai anggota Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika. Ia merasa sudah cukup menjadi anggota DPR selama 20 tahun.
Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Effendi menyebut akan maju sebagai capres jika Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan presidential threshold (PT) menjadi 0 persen. Dia mengatakan tidak perlu izin kepada PDIP untuk menjadi capres.
"Nanti, kan, MK-nya 0 persen. Kan, judicial review lagi. Nyapres kita mau challenge kebuntuan politik," kilahnya.
"Enggak (izin PDIP), memang kalau capres kita tabu gitu," sambungnya.
Effendi juga siap untuk diundang BEM kampus melakukan debat terkait permasalahan bangsa saat ini.
ADVERTISEMENT
"Ya ayo, ayo, iya kalau BEM undang saya juga saya mau. Lho, beneran kan semua masih sama-sama bakal (capres). Saya juga boleh dong dihadirkan," kata Effendi.