Alasan Anggiat Pasaribu Dijemput Mobil Dinas TNI Usai Cekcok di Bandara Soetta

24 November 2021 18:57 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Anggiat Pasaribu memberikan keterangan pers seusai menjalani pemeriksaan di Polresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (24/11/2021). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Anggiat Pasaribu memberikan keterangan pers seusai menjalani pemeriksaan di Polresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (24/11/2021). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Kuasa hukum Anggiat Pasaribu, Clanse Pakpahan, membeberkan alasan mengapa kliennya dijemput menggunakan mobil berpelat TNI di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (21/11). Dalam video yang beredar, terlihat Anggiat dijemput mobil Pajero Sport berpelat TNI AD.
ADVERTISEMENT
Di hari itu, Anggiat terlibat cekcok dengan anggota DPR RI sekaligus politikus PDIP, Arteria Dahlan, dan ibunya. Anggiat sendiri baru saja tiba dari Bali.
Dijelaskan Clanse, dalam rombongan Anggiat turut ikut Brigjen TNI Zamroni yang merupakan kakak sepupunya. Hal itulah yang membuat Anggiat dijemput dengan menggunakan mobil TNI.
"Setahu saya mobil mereka, mobil dari dinas mereka waktu dia [Zamroni] masih aktif di Kodim," kata Clanse usai menemani kliennya klarifikasi di Polresta Bandara Soetta, Rabu (24/11).
Seperti diketahui, Zamroni pernah menjadi Dandim 0501/Jakarta Pusat, lalu menjabat sebagai Asops Kasdam Jaya, dilanjutkan dengan tugas di BIN daerah DKI Jakarta, dan terakhir sebagai Kapusdiklat BIN.
Kuasa hukum dari Anggiat Pasaribu, Clanse Pakpahan, di Polresta Bandara Soetta, Rabu (24/11). Foto: Nadine Azura/kumparan
Tal hanya itu, sempat muncul dugaan mobil tersebut dicat ulang. Namun, Clanse mengaku tak mengetahuinya.
ADVERTISEMENT
"Kurang begitu paham saya. Itu setahu saya mobil yang dipakai Pak Zamroni sebagai inventaris," tutup Clanse.
Selain itu, laporan yang ditujukan kepada pihak Arteria Dahlan kini juga telah dicabut oleh Anggiat. Anggiat juga telah menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh pihak yang terseret dalam kasus ini, termasuk kepada pihak TNI dan Polri.
"Saya minta maaf atas kekhilafan atas kegaduhan yang ada, saya minta maaf. Terutama ke keluarganya Pak Arteria Dahlan, ibunya, yang sudah, ya, saya minta maaf sekali," ungkap Anggiat.