Ada Dugaan Bullying di Binus, Menko PMK Singgung Teori Clique

22 Februari 2024 17:34 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menko PMK Muhadjir Effendy di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (5/12). Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko PMK Muhadjir Effendy di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (5/12). Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan
ADVERTISEMENT
Menko PMK Muhadjir Effendy menanggapi kasus dugaan bullying atau perundungan yang terjadi di SMA Binus International, BSD, Tangerang Selatan. Muhadjir mengatakan, yang terpenting saat ini adalah edukasi kepada anak tentang buruknya bullying.
ADVERTISEMENT
"Kan sudah diurus, toh? Pokoknya kita harus selalu waspada namanya bullying itu peristiwa yang hampir terjadi setiap saat. Karena itu yang penting sekarang ini adalah dari sisi edukasi, mengedukasi kepada anak-anak terutama tentang buruknya bullying," kata Muhadjir di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (22/2).
Selain edukasi, Muhadjir mengatakan langkah preventif harus dilakukan supaya kasus bullying tidak terjadi lagi.
"Yang harus diwaspadai oleh para guru dan pimpinan sekolah, terutama ini kalau kasusnya terjadi di sekolah itu adalah adanya yang kalau dalam teori psikologi sosial itu clique. Biasanya bullying itu tidak dilakukan orang per orang tapi oleh clique, oleh komplotan, anak-anak geng, ya, itu kalau teori clique," jelasnya.
Berdasarkan teori clique, Muhadjir mengatakan pelaku bullying biasanya akan bergerombol karena memiliki suatu kesamaan. Menurutnya, itulah yang harus diwaspadai oleh guru.
ADVERTISEMENT
"Dan itu bisa terjadi di semua sekolah. Misalnya sama-sama merasa cantik saja bisa kumpul menjadi satu clique, sama-sama merasa dari keluarga berduit bisa jadi clique," tuturnya.
Logo BINUS. Foto: kumparan
Bagaimana jika bullying sudah terjadi? Muhadjir mengatakan, korban harus segera mendapat pemulihan dimulai dari konsultasi dan bimbingan.
"Dan tidak hanya kepada yang jadi korban, termasuk juga yang melakukan karena melakukan ini terutama untuk mereka yang belum dewasa pada siswa, dia butuh treatment juga bagaimana jangan sampai menjadi perilaku dia yang kambuhan," pungkasnya.
Hingga saat ini, polisi masih terus melakukan pendalaman terkait berapa banyak pelaku yang terlibat dalam dugaan bullying itu. Kasus ini bahkan menyeret nama sejumlah pesohor seperti Vincent Rompies karena anaknya diduga terlibat sebagai pelaku.
ADVERTISEMENT
Vincent belum merespons pertanyaan wartawan hingga berita ini ditayangkan.
Binus menyatakan akan memanggil Vincent, dan menyerukan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun tidak akan ditoleransi.