115 Pasien Positif Corona di Inggris Meninggal dalam Sehari

27 Maret 2020 2:12 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sejumlah pejalan kaki mengenakan masker saat berjalan di London, Inggris. Foto: AFP/ISABEL INFANTES
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pejalan kaki mengenakan masker saat berjalan di London, Inggris. Foto: AFP/ISABEL INFANTES
ADVERTISEMENT
Jumlah pasien yang meninggal dunia karena virus corona di Inggris terus bertambah.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data pada Kamis (26/3), pasien positif yang meninggal bertambah 115 orang. Sehingga total 578 pasien positif corona di Inggris yang meninggal.
Hal ini diperparah dengan lonjakan kasus positif dari 9.529 pasien menjadi 11,658 pasien. Dari jumlah tersebut, salah satunya merupakan keluarga Kerajaan Inggris yakni Pangeran Charles.
Adapun guna menekan penyebaran virus corona, Inggris sudah menerapkan lockdown selama 3 pekan terhitung sejak Senin (23/3).
Salah satu rak yang kosong di toko Costco di Watford, Inggris. Foto: REUTERS / Paul Childs
Keputusan lockdown itu membawa kekhawatiran yakni ketersediaan pangan.
Kekhawatiran itu pula yang sempat membayangi warga Inggris mengingat permintaan semakin melonjak menyusul ditutupnya kafe, pub, dan restoran. Akan tetapi, pihak penyuplai makanan mengklaim bahwa stok makanan di Inggris aman.
“Kuncinya adalah jangan panik. Besok masih ada makanan,” ujar Chairman Ocado (perusahaan supermarket online), Stuart Rose, dikutip Reuters, Kamis (26/3).
ADVERTISEMENT
Rose, yang merupakan mantan bos Marks & Spencer, juga memberikan tips bagi warga Inggris dalam berbelanja. Menurutnya, hindari pergi ke supermarket pada jam-jam sibuk.
“Belilah sesuai kebutuhan. Jika Anda membeli ayam, panggang saja ayamnya untuk makan malam. Keesokan harinya, Anda bisa membuat ayam goreng. Berikutnya, buatlah sop ayam,” ucap Rose.