Tidur saat Kontraksi Jelang Persalinan, Apakah Berbahaya?

27 Februari 2024 11:48 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Tidur saat kontraksi. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tidur saat kontraksi. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Kontraksi adalah momen yang ditunggu-tunggu para ibu hamil menjelang hari perkiraan lahir (HPL) atau persalinan. Tapi kontraksi juga bisa jadi momen melelahkan dan menyita energi karena kuatnya rasa nyeri yang muncul.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, tak semua ibu hamil merasakan nyeri yang kuat saat melahirkan. Karena pengalaman masing-masing ibu berbeda-beda.
Lalu bagaimana jika ibu hamil kelelahan hingga tertidur saat kontraksi masih berlangsung? Apakah hal ini bisa membahayakan?

Aman Tidaknya Tidur saat Kontraksi Jelang Persalinan

Ilustrasi Tidur saat kontraksi. Foto: Shutter Stock
Moms, sebetulnya boleh-boleh saja kok tidur saat kontraksi menjelang persalinan. Malah jika memang ibu masih bisa tidur, disarankan tidur untuk mengumpulkan lebih banyak energi saat persalinan berlangsung nantinya.
Biasanya saat kontraksi semakin intens, ibu akan kesulitan tidur karena kondisi yang tidak nyaman. Oleh karena itu, selama masih bisa tidur sebaiknya ibu memaksimalkan tidurnya.
Menurut Catherine Sewell, MD, Kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi di St. Joseph Medical Center, biasanya ibu hamil tidur saat fase awal.
ADVERTISEMENT
“Bisa-bisa saja tidur menjelang persalinan, paling sering saat fase awal. Selama fase aktif, jika diberi epidural untuk mengontrol sakit misalnya, ibu juga bisa tidur,” jelasnya seperti dikutip dari Romper.
Natural Baby Doulas melansir, jika kontraksi terasa di malam hari, memang ibu hamil lebih baik tidur. Lalu jika merasakan kontraksi yang kuat, maka bangun, pergilah ke kamar mandi, minum air, dan kembali ke tempat tidur.
Sebab istirahat sebelum proses melahirkan memang sangatlah penting. Jika tidak beristirahat dan tidur di kontraksi fase awal, kemungkinan akan merasa lelah saat kontraksi fase aktif datang.
Jadi bila alami kontraksi di malam hari, sebaiknya ibu hamil tetap di tempat tidur. Jika kontraksi mulai berjarak 8 menit sekali, fokus dan atur napas, tetapi istirahat dan mencoba tidur di antara kontraksi tetap penting, Moms.
ADVERTISEMENT
Tetap sulit tidur? Setidaknya coba lah berbaring untuk memulihkan tenaga agar siap saat persalinan. Ibu juga bisa mandi air hangat, makan makanan ringan berkarbohidrat, meredupkan lampu, dan mendengarkan musik yang menenangkan.