Sheila Marcia Alami Solusio Plasenta pada Kehamilan Kelima, Pahami Bahayanya!

27 September 2023 14:36 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sheila Marcia dan suaminya, Dimas Akira. Foto: Instagram/@itssheilamj
zoom-in-whitePerbesar
Sheila Marcia dan suaminya, Dimas Akira. Foto: Instagram/@itssheilamj
ADVERTISEMENT
Pasangan Sheila Marcia dan Dimas Akira kini tengah menanti kelahiran anak kelimanya. Namun, di tengah kabar bahagia tersebut, Sheila sempat khawatir karena kandungannya mengalami masalah plasenta.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, ini diceritakan Sheila dan suaminya, Dimas Akira, bahwa kandungannya sempat mengalami solusio plasenta. Solusio plasenta merupakan kondisi medis di mana plasenta terlepas dari lapisan rahim sebelum ibu melahirkan. Kondisi ini bisa menyebabkan suplai oksigen ke janin berkurang, sehingga mengakibatkan perdarahan pada ibu hamil.
"Kami mau check up lagi kandungan Mama Sheila, mau cek apakah bayinya baik-baik saja. Karena terakhir kami cek ada solusio plasenta, tali ari-arinya ada yang terlepas," ungkap Dimas dalam video yang diunggah pada YouTube Sheila Marcia & AwesomeFam.
Setelah pemeriksaan USG, kabar baik datang karena masalah plasenta yang sebelumnya dikhawatirkan telah sembuh. Tentunya, kabar ini membuat Sheila dan Dimas lega.
"Sudah bisa senyum karena lega banget, hasilnya Puji Tuhan normal bayinya dan sehat," ujar Dimas.
ADVERTISEMENT
"Mamanya juga sehat dan bisa beraktivitas. Enggak akan ada risiko pendarahan atau apa pun yang membahayakan aku dan baby-nya. Tapi nggak boleh pecicilan dan banyak pikiran," timpal Sheila.
Nah Moms, seperti terlihat di dalam video tersebut, usia kehamilan Sheila masih sekitar 16 minggu. Itu artinya, masalah plasenta yang dialami Sheila masih pada tahap awal kehamilan.
Seperti apa penjelasan dokter tentang masalah plasenta seperti yang dialami Sheila Marcia?

Kata Dokter soal Masalah Plasenta yang Dialami Sheila Marcia

Kata Dokter soal Masalah Plasenta yang Dialami Sheila Marcia. Foto: Shutter Stock
Perlu dipahami solusio plasenta umumnya terjadi pada usia kehamilan sekitar 20 minggu ke atas, atau ketika memasuki trimester ketiga. American Pregnancy Association melansir, solusio plasenta hanya terjadi pada satu persen ibu hamil, namun, bila tidak ditangani dengan tepat akan membahayakan kondisi bayi di dalam kandungan.
ADVERTISEMENT
Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr. Andrew Yurius Christian, SpOG, solusio plasenta pada trimester awal disebut juga subchorionic hematoma atau adanya gangguan implantasi plasenta.
"Solusio plasenta pada trimester awal itu karena adanya gangguan implantasi plasenta, dan termasuk pada ancaman keguguran," tutur dr. Andrew kepada kumparanMOM.
dr. Andrew menuturkan, ibu hamil yang mengalami subchorionic hematoma masih ada kemungkinan untuk pulih atau hilang karena kehamilan masih pada tahap awal. Ini juga yang terjadi pada Sheila Marcia, karena masalah plasenta yang dialami ternyata telah membaik.
"Namun, jika solusio terjadi pada trimester tiga maka risikonya semakin berat hingga dapat dilakukan terminasi kehamilan emergency (caesarean)," ujar dia.
Dr. Andrew menjelaskan beberapa penyebab ibu hamil bisa mengalami solusio plasenta, seperti kehamilan di atas usia 35 tahun, kehamilan dengan riwayat hipertensi atau preeklamsia, riwayat penggunaan obat-obatan tertentu seperti kokain dan amphetamin, hingga pernah mengalami solusio plasenta sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Untuk meminimalisir terjadi keguguran, maka Anda disarankan untuk rutin melakukan kontrol kehamilan.
"Sehingga, dapat terdeteksi ada tidaknya kelainan plasenta, perubahan peningkatan tekanan darah, dan pertumbuhan janin untuk menghindari adanya gangguan implantasi plasenta," tutup dr. Andrew.