Faktor yang Pengaruhi Fungsi Plasenta saat Hamil

20 Oktober 2022 16:58 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil. Foto: aslysun/Shuttterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil. Foto: aslysun/Shuttterstock
ADVERTISEMENT
Saat hamil, bukan hanya kondisi bayi di dalam kandungan yang perlu diperhatikan setiap harinya. Akan tetapi, ada organ vital lainnya yang juga perlu mendapatkan perhatian intens yaitu, plasenta.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, plasenta memiliki peran penting selama kehamilan karena tugasnya menyalurkan nutrisi dan oksigen pada janin. Apabila terjadi masalah pada plasenta dan fungsinya tidak maksimal, maka akan langsung berpengaruh pada kesehatan dan tumbuh kembang bayi di dalam kandungan.
Beberapa masalah plasenta yang bisa terjadi selama kehamilan seperti, plasenta previa, solusio plasenta, retensio plasenta, hingga plasenta akreta. Lantas, apa saja faktor yang mempengaruhi fungsi plasenta?

Faktor yang Mempengaruhi Fungsi Plasenta saat Hamil

Ilustrasi plasenta ibu hamil. Foto: Shutter Stock
1. Usia ibu
Ibu yang hamil di atas usia 35 tahun cenderung mengalami masalah plasenta. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Texas Children’s Hospital, kehamilan di atas 35 tahun berisiko tinggi karena usia ibu dianggap sudah ‘lanjut.’ Semakin bertambahnya usia, ibu rentan mengalami hipertensi selama kehamilan yang berisiko mengalami preeklamsia dan masalah plasenta.
ADVERTISEMENT
2. Kehamilan kembar
Ibu yang mengandung lebih dari satu bayi atau kembar cenderung mengembangkan plasenta yang lemah. Oleh karena itu, mereka berisiko mengalami pelepasan plasenta dini atau solusio plasenta.
3. Ketuban pecah dini
Kantung ketuban berfungsi untuk melindungi bayi selama di dalam kandungan. Jika ketuban mengalami pecah atau bocor sebelum waktu persalinan tiba, plasenta ibu berisiko mengalami infeksi cairan ketuban yang disebut korioamnionitis dan solusio plasenta seperti dikutip dari Mom Junction.
Ilustrasi plasenta. Foto: Shutter Stock
4. Gangguan pembekuan darah
Pembekuan darah sering terjadi akibat kerentanan genetik, obesitas, peningkatan usia ibu, penyakit medis, dan kurangnya mobilitas dalam waktu yang lama. Oleh karenanya, kehamilan menjadi salah satu kondisi yang rentan terhadap pembekuan darah yang terjadi di dalam plasenta. Hal ini dapat menghambat suplai darah bagi janin sehingga membahayakan kondisinya.
ADVERTISEMENT
5. Trauma perut
Riwayat trauma seperti jatuh, kecelakaan, dan paparan benda tumpul pada bagian perut, bisa membahayakan kehamilan. Ketiganya dapat meningkatkan risiko solusio plasenta, Moms.
6. Riwayat operasi rahim
Prosedur operasi rahim seperti caesar atau pengangkatan fibroid dapat mempengaruhi kondisi di sekitar rahim. Jika terjadi kerusakan pada bagian rahim, ibu berpotensi mengalami masalah plasenta di kehamilan selanjutnya.