Cara Bedakan Anak Demam karena Virus atau Faktor Psikologis

17 September 2019 16:00 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Anak Demam Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Demam Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Orang tua biasanya langsung panik dan khawatir saat mengetahui anak demam. Anda mungkin berpikir anak demam karena virus, dan buru-buru pergi ke dokter agar si kecil segera mendapatkan obat yang tepat.
ADVERTISEMENT
Moms, jika menghadapi situasi seperti ini, Anda sebaiknya tenang dulu. Sebelum panik dan buru-buru membawa anak ke dokter, Anda bisa mengobservasi demam anak terlebih dahulu di rumah. Sebab, bisa jadi demam yang anak alami bukan berasal dari virus, melainkan karena faktor psikologis.
Ada beberapa faktor psikologis yang ternyata bisa membuat anak demam, seperti stres, kesepian, atau rindu pada orang tuanya karena sedang berjauhan. Kadang, sakit seperti ini memang lebih sulit dimengerti oleh para orang tua, karena mereka belum mampu untuk mengungkapkannya secara benar.
Lantas, bagaimana cara membedakan sakit karena faktor psikologis dan virus?
Ilustrasi anak sakit demam Foto: Shutterstock
Jovita Ferliana, M.Psi, Psikolog Anak, mengatakan sebelumnya kita harus tahu dan memahami dulu karakter anak. Sebab, ada anak yang memiliki sifat lebih sensitif secara emosional dan ada yang tidak. Hal itu bisa dilihat, jika ada orang terdekat seperti keluarganya pergi jauh, si kecil biasanya akan menunjukkan perubahan sikap.
ADVERTISEMENT
"Lihat perubahan sikapnya, apakah anak tersebut lebih murung, atau energinya turun secara tiba-tiba, berarti anak ini lebih rentan bila ditinggal atau berjauhan dengan orang tua. Kemudian ia pun mengalami sakit seperti demam. Itu adalah tanda-tanda anak sakit akibat psikologis," kata Jovita yang ditemui oleh kumparanMOM dalam acara Bincang-bincang bersama Hansaplast di Jakarta, Kamis (12/8).
Sementara, untuk mendeteksi anak sakit karena virus, bisa dilakukan dengan mencari tahu, apakah ada keluarga yang sedang sakit demam atau flu. Bila ada, kemungkinan ia tertular virus yang sama, Moms.
Kalau sakit akibat faktor psikologis, biasanya jika keinginannya sudah terpenuhi, si kecil akan sembuh. Misalnya saja, demam karena rindu dengan ayahnya yang sedang tugas di luar kota. Biasanya demam si kecil akan reda saat sudah berkumpul lagi dengan ayahnya.
ADVERTISEMENT
"Kalau sakit karena psikologis akan sembuh jika kebutuhan atau apa yang dia inginkan tercapai. Misalnya saat orang tua biasanya tak pernah meninggalkan si kecil, kemudian tiba-tiba harus pergi keluar kota, dia akan menunjukkan reaksi sakit. Nah kalau sudah mau pulang, biasanya si kecil akan sembuh dengan sendirinya tuh," ujarnya.
ibu dan anak membaca buku Foto: Shutterstock
Lalu bagaimana ya memberikan pengertian kepada anak agar memahami kondisi ayah atau ibunya ketika harus ditinggal jauh?
Jovita mengatakan, semua itu tergantung dengan usia anak. Jika anak sudah berusia 5-6 tahun, Anda bisa memberitahunya secara verbal. Berikan pengertian pada si kecil dengan berbicara secara rinci, misalnya akan pergi ke mana, apa yang akan di lakukan di sana, di mana Anda tinggal, atau bisa juga memberi tahu apa saja tentang tempat tersebut.
ADVERTISEMENT
"Kalau si kecil masih berumur 2 tahun kan masih belum penuh kemampuan verbalnya, kita bisa menyampaikan dengan kata-kata yang sederhana. Bisa juga ditambahkan kata-kata sederhana, bila perlu disertai dengan visual yang menarik," ucap Jovita.
Ia menambahkan, yang terpenting ketika anak mengalami hal tersebut, berikanlah pengertian bahwa Anda pergi untuk kembali lagi ke sisinya, bukan untuk pergi meninggalkannya selamanya, Moms. Hal tersebut akan memberinya ketenangan ketika Anda atau suami harus meninggalkannya selama beberapa waktu.