BKKBN: Banyak Anak Diare karena Botol Susunya Tidak Steril

11 Februari 2024 14:57 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Cuci botol susu bayi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Cuci botol susu bayi. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, mengingatkan para ibu agar berhati-hati ketika memberikan susu untuk anak, khususnya bila menggunakan botol dot. Sebab, bila botolnya tidak dicuci dan disteril, maka bisa memicu diare.
ADVERTISEMENT
"Banyak sekali orang tersesat pakai susu botol atau susu formula, akhirnya anaknya banyak diare. Kenapa diare? Bukan karena susunya, tetapi karena botolnya tidak steril, jadi bekas susu yang tersisa di dalam botol menjadi sarang bakteri, kalau botol tidak betul-betul disteril," ujar Hasto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, seperti dikutip dari Antara.
Hasto menyampaikan hal tersebut pada kegiatan sosialisasi program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting bersama mitra BKKBN di DI Yogyakarta, pada Rabu (7/2), bersama para tim pendamping keluarga (TPK) yang berada di wilayah DI Yogyakarta.
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan ini kembali mengingatkan bahwa mencegah stunting penting dilakukan di periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), atau saat bayi berada di dalam kandungan hingga berusia 2 tahun.
ADVERTISEMENT
Nah Moms, kembali ke botol susu, sebenarnya sepenting apa mensteril botol susu bayi?

Pentingnya Steril Botol Susu Bayi

Pilihan UV Sterilizer Botol Susu Bayi. Foto: Shutter Stock
Mengutip The Bump, Dokter Anak di Texas Children’s Pediatrics, AS Samira Armin, MD, sterilisasi botol bayi (termasuk bagian dot-nya) sangat penting dilakukan. Sebab, bayi masih rentan terhadap berbagai macam penyakit Moms. Karenanya, semua peralatan yang digunakan bayi haruslah dalam keadaan steril, termasuk botol susu yang digunakannya.
Botol susu yang tidak disterilisasi dapat menimbulkan risiko infeksi virus, parasit, dan bakteri pada saluran pencernaan bayi, yang bisa menyebabkan muntah atau diare.
dr.Armin menambahkan, sterilisasi botol susu bayi penting terutama saat pertama botol tersebut dibeli, botol yang digunakan pinjaman atau bekas, air yang dipakai untuk mencuci botol susu tidak terjamin kebersihannya atau apabila bayi sedang sakit.
ADVERTISEMENT

Frekuensi Sterilisasi Botol Susu Bayi

Sterilisasi tidak perlu dilakukan setiap botol atau dot digunakan. Seminggu tiga kali seharusnya lebih dari cukup untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang tidak terkendali, apabila akses air bersih di rumah Anda berkualitas baik. Lagipula menurut dokter anak lainnya, Daniel Ganjian, MD, di Santa Monica California, AS, kualitas botol bisa jadi menurun apabila terlalu sering disteriliasasi.
"Sterilisasi secara teratur berpotensi merusak botol dan memungkinkan bahan kimia masuk ke dalam susu," kata Daniel.
Idealnnya sterilisasi botol ini harus dilakukan hingga bayi Anda berusia satu tahun. Setelah usia satu tahun, sistem kekebalan tubuh bayi Anda sudah berkembang baik dan lebih kuat untuk melawan infeksi.

Cara Sterilisasi Botol Susu Bayi

Sterilizer botol bayi. Foto: Shutterstock
Ada banyak cara mensterilkan botol, mulai dari sistem kukus atau steam, dengan gelombang mikro (microwave) hingga dengan sinar UV.
ADVERTISEMENT
Lalu yang mana yang lebih baik?
Setiap cara tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, Moms.
Yang jelas kita perlu ingat, meskipun tidak bisa menciptakan lingkungan yang bebas kuman 100 persen, tapi dengan sterilisasi dapat mengurangi risiko bagi bayi. Jadi apa pun cara yang Anda pilih, jangan lupa untuk melakukannya secara berkala agar kesehatan si kecil terjaga.