Apakah Semua Ibu Hamil Alami Kontraksi Palsu? Ini Kata Dokter

31 Januari 2024 16:21 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Apakah Semua Ibu Hamil Alami  Kontraksi Palsu? Ini Kata Dokter. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Apakah Semua Ibu Hamil Alami Kontraksi Palsu? Ini Kata Dokter. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Kontraksi merupakan kondisi yang sangat umum dialami oleh ibu hamil di trimester ketiga. Biasanya, kontraksi bisa menjadi salah satu pertanda bahwa persalinan akan semakin dekat.
ADVERTISEMENT
Namun, sebelum hari persalinan, tidak sedikit ibu hamil yang merasakan kontraksi palsu atau braxton hicks. Kondisi ini bisa muncul mulai dari trimester kedua hingga ketiga.
Merasakan kontraksi palsu adalah sesuatu yang normal terjadi dan merupakan bagian alami dari kehamilan. Namun, apakah semua ibu hamil mengalaminya? Yuk, simak penjelasannya lebih jelas di bawah ini.

Apakah Semua Ibu Hamil Mengalami Kontraksi Palsu?

Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Andrew Yurius Christian, SpOG, kontraksi palsu biasanya dirasakan oleh banyak ibu hamil. Namun, seberapa kuat dirasakan bisa berbeda pada setiap wanita.
"Kontraksi palsu atau braxton hicks pada dasarnya ada pada setiap kehamilan yang masuk trimester 3. Skala kram dan durasi yang ditimbulkan itulah yang membedakan dan berbeda-beda dirasakan pada setiap wanita hamil," ungkap dr. Andrew kepada kumparanMOM.
ADVERTISEMENT
Hingga kini, belum ada penyebab pasti kenapa kontraksi palsu muncul. Namun, beberapa ahli menilai kontraksi ini terjadi sebagai 'latihan' yang dilakukan oleh otot-otot dinding rahim, sebelum nantinya Anda akan merasakan kontraksi yang sesungguhnya.
dr. Andrew juga menjelaskan beberapa faktor kemungkinan penyebab kontraksi palsu muncul, Moms.
Ilustrasi ibu hamil alami kontraksi palsu. Foto: Shutterstock
"Namun, bisa jadi karena adanya dehidrasi, aktivitas berlebih pasca-berhubungan intim, gerak janin yang masif, hingga peregangan rahim karena usia kehamilan yang bertambah," jelas dia.
Sensasi kontraksi palsu selama ini dikenal mirip dengan kontraksi pada umumnya sebelum persalinan. Tetapi, dr. Andrew menyebut yang membedakan adalah durasi, kekuatan, hingga jarak munculnya.

Perbedaan Kontraksi Palsu dan Kontraksi Asli yang Dialami Ibu Hamil

Kontraksi palsu sudah mulai bisa dirasakan sejak usia kehamilan 20 minggu ke atas. Karena dinilai baru 'latihan', kontraksi palsu umumnya tidak terasa kuat dan tak disertai rasa sakit yang melilit.
ADVERTISEMENT
Kontraksi palsu juga akan terasa di perut bagian bawah dan akan berlangsung singkat sekitar 30 detik setiap kali. Meski terkadang, ada yang sampai 2 menit atau lebih dalam beberapa kali sehari. Kontraksi palsu, tidak memicu kelahiran.
Tidak teraturnya kontraksi yang dirasakan bisa karena berbagai sebab. Misalnya, ibu kecapekan atau mengalami dehidrasi.
Kontraksi palsu juga dapat terjadi kapan saja, dan terjadi hanya sekali. Namun, ada juga yang merasakan lebih dari itu. Gejalanya juga seperti ingin BAB namun tanpa rasa nyeri.
Sementara itu, kontraksi asli atau kontraksi yang benar-benar menandakan bahwa persalinan sudah semakin dekat, yakni di atas usia kehamilan 37 minggu. Biasanya, kontraksi terasa lebih lama, teratur, sering, dan intens seperti yang sudah dijelaskan di atas.
ADVERTISEMENT
Kontraksi sebelum persalinan dapat terjadi 15 menit sekali. Makin lama bisa semakin pendek intervalnya, lho! Kondisi ini juga disertai nyeri di bagian pinggang, dan bisa diikuti keluarnya darah bercampur lendir dari vagina.