4 Langkah Optimalkan Minat dan Potensi Anak Generasi Alfa

26 Oktober 2019 11:18 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi orang tua antusias dengan minat anak.  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi orang tua antusias dengan minat anak. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Bagaimana mengurus anak 'zaman now' jadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Pasalnya, anak-anak yang disebut generasi Alfa ini lahir di era globalisasi, sehingga akan dihadapkan dengan berbagai pilihan, termasuk minat yang beragam.
ADVERTISEMENT
Arahan dari orang tua jelas bisa beri pengaruh. Terlebih, minat anak nantinya bisa menentukan masa depannya pula. Menurut Kantiana Taslim, seorang psikolog klinis anak, minat seorang anak dimulai dari perasaan penasaran atau curiosity yang mendorongnya untuk bereksplorasi.
Tak cuma itu, minat juga merupakan aspek penting dalam hubungan antara orang tua dan anak. Sebab bila orang tua memberikan respon yang antusias, maka akan membuat si kecil semangat untuk lebih mencari tahu dan mengeksplorasi banyak hal, Moms.
ibu dan anak Foto: Shutterstock
Namun perlu diingat, anak-anak generasi alfa tumbuh berbeda dari orang tua mereka, sehingga pendekatan yang dilakukan perlu disesuaikan.
Apa saja yang perlu diperhatikan dan dilakukan orang tua? Di antaranya:
1. Berikan stimulus melalui berbagai macam aktivitas, namun jangan memaksakan minat orang tua pada anak. Biarkan anak berproses menemukan minatnya sendiri.
ADVERTISEMENT
2. Mengajarkan optimisme dengan menstimulasi dan mendorong anak untuk terus mencoba.
3. Memberikan apresiasi terhadap usaha anak untuk meningkatkan motivasi dan hindari penilaian atau judgment.
4. Penuhi kebutuhan nutrisi harian, khususnya yang berperan dalam pembentukan otak anak.
Asupan sehat berperan dalam pembentukan otak anak. Foto: Shutterstock
Terkait pemenuhan kebutuhan nutrisi harian anak, orang tua juga perlu memahami betapa pentingnya protein hewani pada masa periode emas anak . Hal ini dijelaskan Dokter Anak Spesialis Nutrisi dan Penyakit Metabolik pada Anak, Prof. Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpA(K), pada peluncuran produk susu siap minum terbaru dari Frisian Flag Indonesia (FFI) pada (24/10).
Protein hewani menjadi penting, karena kandungan asam amino esensial terlengkap yang terkandung di dalamnya berperan dalam membantu pertumbuhan dan kecerdasan otak anak. Sumber protein hewani terbaik, dapat ditemukan pada daging, telur, unggas, ikan dan susu.
ADVERTISEMENT
Lantas, apa dampak yang dapat terjadi bila kebutuhan nutrisi terutama protein hewani anak pada periode emas tidak terpenuhi?
Frisian Flag Indonesia Perkenalkan Susu Siap Minum FRISIAN FLAG® Junio dengan Kandungan ‘Nutribrain’ Foto: Dok FFI
Fungsi kognitif anak akan terganggu, Moms! Begitu pula sistem pembakaran lemak dalam tubuhnya.
Menurut Dr. Damayanti, masa awal kehidupan menjadi periode krusial dalam perkembangan si kecil ketika otaknya berkembang dengan pesat. Anak dengan berat badan <10 kg, sebanyak 50-60 persen energi yang ada dipakai untuk perkembangan otak.
Maka kalau anak gizinya kurang, otak pula yang akan dikorbankan terlebih dulu.
Itulah kenapa peluncuran produk ini sekaligus menjadi wujud komitmen FFI yang mengusung visi ‘Nourishing by Nature’ melalui ketersediaan gizi berkualitas bagi keluarga.