'Dua Garis Biru' Bikin Komunikasi Mona Ratuliu dan Anak Semakin Baik

28 Juli 2019 12:02 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Artis Mona Ratuliu saat hadir di acara Wonder Fest  di JCC, Jakarta. Foto: Ronny
zoom-in-whitePerbesar
Artis Mona Ratuliu saat hadir di acara Wonder Fest di JCC, Jakarta. Foto: Ronny
ADVERTISEMENT
Di Indonesia, perbincangan soal sex education mungkin masih menjadi hal yang tabu. Banyak orang tua yang masih canggung membicarakan tentang hal itu kepada anak-anaknya. Padahal, sex education penting didiskusikan dengan anak sejak kecil.
ADVERTISEMENT
Alhasil, banyak anak yang akhirnya mencari tahu dari sumber-sumber di luar orang tuanya. Tak sedikit yang salah langkah, dan malah melakukan hubungan di luar pernikahan, seperti yang digambarkan di film 'Dua Garis Biru'.
Aktris Mona Ratuliu menjadi salah satu orang tua yang masih bingung bagaimana memulai edukasi tentang hubungan seksual pada anaknya. Ia akhirnya mengajak sulungnya, Davina Syafa Felisa, untuk menyaksikan 'Dua Garis Biru' dan berdiskusi tentang dampak negatif yang terjadi akibat melakukan hubungan seksual pra-nikah.
Diskusi film 'Dua Garis Biru' di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7). Foto: DN. Mustika Sari/kumparan
"Aku sama Mima (panggilan Davina) bicara seks lumayan lancar. Mima juga ngomongin penis, vagina sudah lancar, tapi itu tahapan awal. Kalau bicara hubungan seks itu, berkelanjutan dengan risiko apa itu masih sulit," kata Mona Ratuliu dalam diskusi film 'Dua Garis Biru' di FX Sudirman, Jakarta Pusat.
ADVERTISEMENT
"Tapi setelah nonton film ini bareng Mima, betul-betul terbuka setelah itu pembicaraan kita," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Meisya Siregar, juga menyadari tentang hal itu. Ibu tiga anak itu beranggapan jika film besutan sutradara Gina S Noer itu mampu menjadi jalan pembuka untuk komunikasi yang lebih baik antara orang tua dan anak.
Diskusi film 'Dua Garis Biru' di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7). Foto: DN. Mustika Sari/kumparan
"Penyampaiannya enak, ditonton oke. Ini jadi sarana pas untuk orang tua parno kayak aku," ujar Meisya.
Istri dari musisi Beby Romeo itu kemudian bercerita tentang putri sulungnya, Lyrics Syabila Mu Saqeena, yang tak pernah terbuka kepadanya. Meisya berharap setelah menyaksikan film ini, putrinya itu bisa lebih membuka diri dan menjadikannya tempat untuk berkeluh kesah.
"Syabila orangnya cukup lempeng banget, diajakin cowok ketemu takut gitu-gitu. Orangnya enggak terlalu ekspresif, tapi sebagai orang tua, aku enggak mau dia tumbuh enggak gaul dengan lawan jenis sama sekali," ucap Meisya.
ADVERTISEMENT
"Isu ini harus banyak diangkat. Ini adalah waktu kita belajar pelan-pelan jadi orang tua, jadi sahabat, teman curhat," imbuhnya.
Gina S Noer. Foto: Giovanni/kumparan
Sang sutradara sendiri menjelaskan bahwa ia membuat film 'Dua Garis Biru' berdasarkan refleksi pengalaman hidupnya. Selama ini, ia jarang terbuka dengan orang tua tentang masalah apapun.
Oleh karena itu, ia menciptakan film ini agar orang tua di Indonesia kini bisa semakin mudah membuka pembicaraan tentang hal-hal yang dianggap tabu seperti sex education.
"Saya enggak punya pengalaman bicara terbuka ke orang tua, karena tidak terbiasa. Tapi karena pengalaman itu, saya dan suami berusaha terbuka ke anak-anak. Minimal dari keluarga kami, paham apa yang paling basic, seperti mana yang enggak boleh disentuh, kemudian memahami diri sendiri juga," terang Gina S Noer.
ADVERTISEMENT