Serunya Belajar Menjadi Barista Kopi Profesional di Kenangan Academy

25 Agustus 2022 10:06 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Belajar menjadi barista kopi di Kenangan Academy Jakarta. Foto: Kopi Kenangan
zoom-in-whitePerbesar
Belajar menjadi barista kopi di Kenangan Academy Jakarta. Foto: Kopi Kenangan
ADVERTISEMENT
Siapa bilang menjadi barista kopi itu mudah? Saya sudah membuktikannya sendiri. Ternyata meracik dan menyajikan kopi secara profesional tidak semudah itu.
ADVERTISEMENT
Ya, kemarin, Selasa (23/8), saya berkesempatan belajar menjadi seorang barista profesional di Kenangan Academy Jakarta. Perusahaan New Retail F&B Unicorn pertama di Asia Tenggara ini memiliki pusat pelatihan sendiri untuk para baperista alias calon barista Kopi Kenangan.
Mereka akan mengikuti berbagai pelatihan, mulai dari kompetensi dasar, pengembangan sampai sertifikasi barista, sertifikasi store trainer, serta program kepemimpinan. Seluruh program pembelajaran di Kenangan Academy akan fokus pada hard skill, soft skill, dan pengembangan karier; dengan menggunakan metode pembelajaran 70 persen praktik, 20 persen pembelajaran informal melalui mentoring dan coaching, serta 10 persen pembelajaran formal di kelas dan seminar.
Hingga saat ini mereka sudah mencetak 2.300 barista yang lulus dan tersertifikasi oleh Kenangan Academy. Dan, bertepatan pada perayaan ulang tahun ke-5 mereka, saya diajak untuk merasakan sehari menjadi barista profesional.
Belajar menjadi barista kopi di Kenangan Academy Jakarta. Foto: Kopi Kenangan
Seperti yang sudah disebutkan, pembelajaran dimulai dari kelas formal. Di sini saya bisa mengetahui informasi dasar tentang kopi. Mulai dari pengenalan soal penanaman hingga panen buah kopi, sampai cara menyajikan yang tepat.
ADVERTISEMENT
Tak hanya itu, pada mentoring yang berlangsung sekitar sejam tersebut saya juga diajarkan bagaimana membedakan sajian-sajian kopi berbasis espresso. Kemudian, berujung pada praktik langsung membuat minuman berbasis espresso, yakni latte dan cappuccino.
Kelas mentoring menjadi barista kopi di Kenangan Academy Jakarta. Foto: Kopi Kenangan
Usai mengikuti kelas formal, waktunya pindah ruangan praktik. Dalam sebuah ruangan kaca besar, berjajar sekitar 8 mesin espresso berserta grinder. Lengkap sudah dengan cup untuk menyajikan kopi, hingga peralatan menyeduh lain.
Tanpa berlama-lama saya langsung belajar menyeduh espresso dengan mesin. Kopi Kenangan menggunakan mesin kopi Victoria Arduino dan La Marzocco.
"Di Kopi Kenangan, untuk menghasilkan dua gelas espresso masing-masing berukuran 30 ml dibutuhkan 18 gram bubuk kopi yang tingkat kehalusannya perlu kita kalibrasi terlebih dahulu sekarang," kata mentor saya bernama Rendy.
ADVERTISEMENT
Belajar menjadi barista kopi di Kenangan Academy Jakarta. Foto: Kopi Kenangan
Pada proses kalibrasi ini membutuhkan waktu agak lama, bisa setengah jam sendiri untuk menentukan tingkat kehalusan bubuk kopi yang tepat agar menghasilkan nilai espresso yang sempurna. Nilainya harus sekitar 25-30 detik. Saya dapat 24-27 detik.
Setelah itu, saya belajar memanaskan susu. Untuk memanaskan susu dengan sempurna, ada dua tahapan yang harus diterapkan. Pertama, tahap streching. Susu yang dibutuhkan untuk menyajikan latte sekitar 150 ml, sedangkan cappuccino membutuhkan 180 ml.
Saya membuat untuk latte terlebih dahulu. Usai menyiapkan 150 ml susu cair dan memindahkannya ke wadah, proses streching dimulai dengan memasukkan besi pengaduk. Bagian ujung alat akan diletakkan di bagian atas terlebih dahulu, lalu dipompa dengan uap panas selama 2 detik.
Belajar membuat espresso di Kenangan Academy Jakarta. Foto: Kopi Kenangan
Kemudian besi penguap semakin ditenggelamkan dan perlu mengaduk hingga susu memutar dan foam tampak silky serta suhu total mencapai 60 derajat celsius. Ini tahapan kedua dalam memanaskan susu yang disebut spinning.
ADVERTISEMENT
"Spinning atau dihaluskan agar susu tidak memiliki banyak bubble di atasnya, kalau spinning kurang susu akan jadi bubbling dan foam tidak halus atau silky," jelas Robbi Zimah, Learning & Development Ops Specialist Kenangan Academy.
Selanjutnya, saya mencoba streching dan spinning susu untuk sajian cappuccino. Caranya kurang lebih sama, hanya saja waktu streching yang dibutuhkan agak lebih lama, yakni 4 detik. Sebab, foam pada sajian cappuccino harus lebih tebal.
Hasil latte dan cappuccino para peserta basita kelas Kenangan Academy. Foto: Kopi Kenangan
Setelah itu, pada tahapan akhir, adalah membuat latte art. Nah, ini yang paling sulit. Kamu perlu praktik berkali-kali untuk sekadar membuat latte art berbentuk hati. Kamu juga harus tepat dalam menuangkan susu ke dalam gelas yang sudah diisi espresso.
Memastikan foam susu dapat membentuk gambar sempurna membutuhkan waktu penuangan yang tepat. Saya pun mencoba hingga empat kali dan masih gagal. Tangan juga harus lihai dalam menggambar menggunakan foam susu ini. Tak semudah menggambar menggunakan pensil.
ADVERTISEMENT
Meski gambar latte art saya tidak sempurna namun proses menjadi barista profesional kali ini selesai sudah. Secangkir latte dan cappuccino hangat buatan saya sudah siap dinikmati.
Sungguh pengalaman yang menarik dan seru! Bisa belajar menjadi barista kopi sehari. Kapan-kapan saya mau mencoba lagi hingga bisa membuat kopi enak dengan latte art cantik.