Pemasukan Turun 50% Saat Pandemi, Biarawan di Prancis Beralih Jualan Keju Online

31 Maret 2021 15:03 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi kertas keju Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kertas keju Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Semasa pandemi, kondisi perekonomian dinilai melemah. Dibandingkan waktu masih normal, kini banyak orang khawatir akan penurunan pendapatannya. Fenomena ini pun tak memandang siapa orang itu, termasuk para biarawan di Prancis.
ADVERTISEMENT
Sejak lockdown akibat COVID-19 di Prancis, tak banyak sektor perusahaan, industri, dan objek wisata yang bisa bekerja sebagaimana biasanya. Hal ini juga tampak di biara Citeaux, Saint Nicolas les Citeau. Biara tersebut dikenal sebagai objek wisatawan karena memproduksi keju berusia 1.000 tahun.
Mengutip Food and Wine, banyak pengunjung datang ke sana hanya untuk membeli keju bersejarah itu. Namun, adanya pandemi membuat mereka kehilangan pengunjung dan pemasukan pun ikut menurun.
Demi mendapatkan kembali keuntungan seperti sedia kala, para biarawan berinisiatif mendistribusikan keju ke restoran sekitar. Sayangnya, rencana itu tidak berjalan dengan mulus. Lantaran, banyak restoran tutup sejak Oktober 2020 lalu, guna meminimalisasi laju penambahan kasus COVID-19 di negara tersebut.
"Sekitar 2,8 ton produk dari kami tidak laku. Penjualan turun hampir 50 persen," ungkap Jean Claude, anggota biara Citeaux, Saint Nicolas les Citeau, saat diwawancarai oleh The Guardian beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
Tak menyerah, biarawan di sana merencanakan opsi lain. Mereka menyortir mitra belanja dan situs yang tepat untuk memasarkan produk keju mereka secara online.
Guna mempermudah pencarian akan produk kejunya di internet, mereka memilih situs web yang tidak menjual produk apa pun selain keju. Penjualan keju Citeaux diharapkan akan lebih laku lewat situs tersebut.
Tak disangka, harapan para birawan terwujud. Minggu lalu, mereka mulai aktif berjualan di situs Divine Box. Respons yang didapat sangat bagus, yakni sebanyak 2.006 kilogram keju gaya Reblochon, terjual dalam kurun waktu 24 jam saja.
Melegakan tentunya bagi para biarawan. Pasalnya, mereka terbiasa menerima pesanan secara offline. Tapi sebab pandemi, pesanan offline tidak membawa keuntungan yang banyak. Betapa mengejutkannya saat beralih ke online, peminat keju dari biara terkenal di Prancis justru semakin banyak.
ADVERTISEMENT
Agaknya, teknik pemasaran oleh biarawan Citeaux itu merupakan strategi yang cerdas. Harapan mereka ke depan, keju-keju tersebut dapat dikirim ke seluruh penjuru dunia. Selain itu, mereka ingin kejunya bisa masuk ke seluruh restoran di Prancis.
Reporter: Balqis Tsabita Azkiya