5 Makanan Penangkal Paparan Polusi, Cegah dengan Asupan Tinggi Antioksidan

28 Oktober 2022 9:06 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi polusi Jakarta. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi polusi Jakarta. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Tidak hanya mengenyangkan, makanan yang sehat memiliki segudang manfaat bagi tubuh. Salah satu manfaat makanan adalah, melindungi tubuh dari beberapa virus dari luar seperti paparan polusi.
ADVERTISEMENT
Menurut ahli gizi Puteri Aisyaffa, seseorang dapat terpapar polusi tanpa disadari. Polusi dapat melepaskan radikal bebas yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan dan kecantikan. Salah satu dampak yang bisa disadari adalah rasa sesak napas hingga gangguan pencernaan.
“Bisa dibilang, polusi merupakan sumber masalah. Ketika masuk ke tubuh, polutan bisa menimbulkan berbagai dampak. Mulai dari gangguan asma, ISPA (Infeksi saluran pernapasan akut), kini marak juga polusi dapat menyebabkan masalah pencernaan,” ungkap Puteri dalam rilis yang kumparanFOOD terima, Kamis (27/10).
Puteri mengatakan salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk menangkis dampak buruk polusi, yakni dengan mengonsumsi makanan tinggi antioksidan. Kandungan ini bagus untuk menghambat proses oksidasi dalam tubuh sekaligus menangkal radikal bebas.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, berikut ini beberapa makanan yang baik dikonsumsi guna menangkal dampak buruk paparan polusi. Penasaran apa saja? Yuk simak di bawah ini!

1. Sayuran dan jamur

Ilustrasi jamur. Foto: Shutter Stock
Sayuran menjadi sumber antioksidan utama, di mana makanan ini mengandung vitamin A,C, dan E. Secara spesifik Puteri menyebutkan bahwa kandungan antioksidan yang tinggi terdapat pada; sayuran hijau, wortel, jamur tiram, dan jamur shitake. Selain menyehatkan tubuh, sayur juga baik untuk keberlangsungan lingkungan.
“Jadi, buah dan sayur itu tergolong rendah karbon. Makanan yang bikin kita sehat ternyata juga bikin lingkungan kita sehat. Bandingkan dengan bahan makanan yang menyumbangkan emisi karbon terbesar, yaitu daging sapi. Dia juga menghasilkan polusi tinggi yang mengganggu kesehatan lingkungan,” kata Klaudia Roseline, Co-founder Food Sustainesia.
ADVERTISEMENT

2. Buah

Ilustrasi tomat. Foto: Shutter Stock
Selain sayuran, kandungan antioksidan dalam buah juga terbilang cukup tinggi. Terlebih jika dikonsumsi bersamaan dengan sayur yang tinggi antioksidan. Beberapa buah yang kaya akan zat ini; seperti alpukat (vitamin E), tomat (vitamin A dan C), dan jambu yang kaya vitamin C.
Selain dikonsumsi langsung atau diolah menjadi jus, buah juga bisa diolah menjadi berbagai macam hidangan. Salah satunya tomat yang bisa diolah secara mudah nan nikmat.
“Tomat merupakan pengganti MSG, karena buah ini juga punya rasa umami, serupa jamur. Cukup dipanggang dengan minyak zaitun, garam, dan lada, sudah enak banget.,” tutur Amel selaku alumni MasterChef Indonesia season 6.

3. Kacang mete

Ilustrasi kacang mede Foto: Shutter Stock
Kacang almond terkenal memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Namun, daripada memberi kacang impor dengan harga yang cukup mahal, Puteri menyarankan agar memilih kacang mete sebagai pengganti almond. Kacang ini juga memiliki antioksidan yang tinggi serta terdapat vitamin A dan E.
ADVERTISEMENT
Dalam mengolah kacang mete, Amel menyarankan, “Masak kacang mete dengan direbus sebentar saja. Jangan dipanggang, karena kandungan airnya akan hilang. Setelah matang, haluskan, campurkan krim, susu, dan mentega. Kamu bisa langsung oleskan pada roti.”

4. Umbi

Ilustrasi ubi Foto: dok.shutterstock
Bahan makanan yang berwarna ungu dan oranye ini merupakan sumber antioksidan yang tinggi, tidak terkecuali ubi jalar. Selain mengandung antioksidan yang tinggi, ubi jalar juga kaya akan vitamin A dan C. Jenis karbohidrat ini dapat diolah dengan berbagai cara baik itu digoreng, direbus, atau disajikan sebagai kolak.

5. Ikan

Ilustrasi daging ikan Foto: ShutterStock
Tidak hanya kaya akan omega 3, ikan juga menjadi sumber makanan yang kaya akan antioksidan. Meskipun memiliki kandungan omega 3 yang tinggi, bukan berarti semua jenis ikan memiliki antioksidan yang tinggi juga. Salah satu ikan yang kaya akan kandungan kedua zat ini, adalah ikan tenggiri. Ikan ini dapat diolah menjadi berbagai macam masakan seperti pempek, bakso, otak-otak dan lainnya.
ADVERTISEMENT
“Daging ikan tenggiri terasa manis dan tidak sepadat tuna. Itulah kenapa bakso ikan cenderung punya rasa manis. Dimasak apa pun, tanpa perlu banyak bumbu, tenggiri pasti enak,” kata Amel.
Dengan mengonsumsi makanan sehat, kamu pun bisa terhindar dari berbagai macam risiko penyakit. Seperti halnya yang disebabkan oleh polusi yang dapat mengganggu kesehatan.
Penulis: Monika Febriana