CAF Minta UEFA Investigasi Napoli Terkait Aturan Pemain Afrika

9 Agustus 2022 18:12 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Aurelio De Laurentiis dalam sebuah gala di Roma. Foto: Carlo Hermann/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Aurelio De Laurentiis dalam sebuah gala di Roma. Foto: Carlo Hermann/AFP
ADVERTISEMENT
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) mendesak Uni Sepak Bola Eropa (UEFA) untuk melakukan investigasi terhadap Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis. CAF meminta Laurentiis diperiksa lantaran telah membuat gaduh jagat sepak bola dunia.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, pria berusia 73 tahun itu kedapatan membuat pernyataan menohok soal pesepak bola asal Afrika. Ia mengatakan bahwa klubnya akan menemui kerugian bila mengontrak pemain yang berasal dari benua tersebut.
Hal itu diungkap Laurentiis karena Piala Afrika dihelat secara bersamaan dengan pertandingan di Serie A. Sehingga, Laurentiis merasa para pemain yang berasal dari Benua Afrika nantinya bakal menerima gaji buta atu upah secara cuma-cuma.
Pemain Napoli, Kalidou Koulibaly saat pertandingan melawan Liverpool, Rabu (28/11). Foto: Oli SCARFF / AFP
"Saya memberi tahu mereka, teman-teman, jangan bicara dengan saya tentang orang Afrika lagi!" ujar Laurentiis kepada Wall Street Italia pekan lalu.
"Saya mencintai mereka [pesepak bola Afrika]. Tapi, mereka harus menandatangi perjanjian untuk tak berpartisipasi di Piala Afrika jika mereka ingin gabung klub kami. Sebab, ketika Piala Afrika bergulir, para pemain itu tak pernah tersedia."
ADVERTISEMENT
"Kami seperti orang idiot yang membayar gaji hanya untuk mengirim mereka ke seluruh dunia dan bermain untuk orang lain," lanjutnya.
Penggemar Senegal merayakan dan menunggu untuk menyambut Tim Sepak Bola Nasional Senegal saat mereka tiba setelah kemenangan Piala Afrika mereka, di Dakar, Senegal 7 Februari 2022. Foto: REUTERS/Zohra Bensemra
Pernyataan menusuk itu akhirnya membuat sejumlah pihak geram. CAF sebagai organisasi resmi yang diakui FIFA meminta pihak terkait untuk menggelar penyelidikan.
Maklum, CAF tidak bisa turun tangan secara langsung. Pasalnya, Laurentiis sebagai Presiden Napoli berada di bawah kewenangan UEFA. Sehingga, CAF tak ingin melangkahi UEFA dalam urusan ini.
"CAF terkejut dengan pernyataan tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diterima yang dibuat oleh Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, tentang pemain Afrika dan Piala Afrika," tulis pernyataan CAF, dikutip dari Goal International.
"Dengan membuat pernyataan tersebut secara terbuka, terutama soal pelarangan berpartisipasi di Piala Afrika, kami pikir Aurelio De Laurentiis telah melanggar Peraturan Disiplin UEFA Pasal 14. Oleh karena itu, CAF mendesak UEFA untuk memulai penyelidikan atas tindakan indisipliner terhadapnya," lanjut laporan yang sama.
Logo UEFA. Foto: AFP/Fabrice Coffrini
Di lain sisi, bila merujuk pada Peraturan Disiplin UEFA yang dirilis pada 2 Juni 2022 lalu, Pasal 14 memang berkutat pada isu SARA. Bila terbukti melanggar, UEFA bisa memberikan hukuman penangguhan pertandingan sebanyak 10 laga hingga penutupan sebagian stadio plus denda.
ADVERTISEMENT
Hal itu tertuang secara gamblang dalam Pasal 14 ayat (1) dan (2) yang berbunyi: