Rugi PT PAL Diprediksi Berkurang Jadi Rp 26 Miliar di 2019

17 November 2019 17:06 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
PT PAL Indonesia (Persero) meluncurkan satu unit Kapal Cepat Rudal (KRC) 60 meter  ‘Kerambit’, yang diberi nama KRI Kerambit 627, Kamis (25/7). Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
PT PAL Indonesia (Persero) meluncurkan satu unit Kapal Cepat Rudal (KRC) 60 meter ‘Kerambit’, yang diberi nama KRI Kerambit 627, Kamis (25/7). Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
ADVERTISEMENT
Kinerja PT PAL Indonesia (Persero) dianggap meningkat secara signifikan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Hal itu ditunjukkan dengan kenaikan dalam perolehan order atau kontrak yang tercatat di tahun 2016 sebesar Rp 1,1 triliun meningkat menjadi Rp 2,2 triliun di tahun 2017.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, di tahun 2018 mencapai Rp 4,1 triliun. Peningkatan itu semakin signifikan setidaknya sampai November 2019 berhasil membukukan kontrak di angka Rp 8,7 triliun.
Berdasarkan keterangan resmi PT PAL Indonesia, hal tersebut menunjukkan keseriusan dan komitmen manajemen dalam pemenuhan on quality, on time dan right price terhadap produk dan jasa perusahaan. Keberhasilan tersebut ditunjang dengan strategi pengembangan produk unggulan dan pasar yang lebih berorientasi pada customer, serta dukungan restrukturisasi di bidang finansial dan teknologi informasi.
Di samping itu, manajemen juga secara aktif merevitalisasi sarana dan prasarana, serta melakukan transformasi di bidang human capital.
Keberhasilan pembukuan kontrak berimbas pada kenaikan sales perusahaan. Akhir tahun 2016 tercatat sales sebesar Rp 683 miliar atau meningkat dua kali lipat menjadi Rp 1,250 triliun pada tahun 2017. Jumlah itu kembali naik menjadi Rp 1,582 triliun pada akhir tahun 2018.
ADVERTISEMENT
Kenaikan perolehan kontrak tersebut juga berdampak positif pada menguatnya kondisi cash flow perusahaan yang diproyeksikan sebesar Rp 906,5 miliar pada akhir tahun 2019. Proyeksi cash flow ke depan juga menunjukkan likuiditas yang sangat baik. Hal ini terlihat dari aliran kas yang diterima oleh perusahaan dan proyeksi 5 tahun ke depan menampilkan angka positif. Kondisi tersebut dianggap menunjukkan bahwa perusahaan mampu untuk membiayai kebutuhan operasional perusahaan, pembayaran pinjaman jangka pendek dan pinjaman jangka panjang.
PT PAL Indonesia (Persero) meluncurkan satu unit Kapal Cepat Rudal (KRC) 60 meter ‘Kerambit’, yang diberi nama KRI Kerambit 627, Kamis (25/7). Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Sebagai perusahaan yang sahamnya 100 persen dimiliki oleh negara, PT PAL Indonesia harus membukukan keuntungan di samping berperan sebagai agent of development.
Kinerja PT PAL Indonesia terpantau membukukan kerugian akibat beban masa lalu di tahun 2017 sebesar Rp 45,3 miliar dan meningkat menjadi Rp 304,1 miliar di tahun 2018. Hal tersebut terjadi dirasa bukan disebabkan oleh operasional perusahaan. Namun, kerugian itu dipengaruhi oleh beban bunga pinjaman restrukturisasi yang diakibatkan oleh pinjaman di tahun 2005 hingga 2010. Perusahaan menganggap pembiayaan tersebut menjadi bermasalah akibat proyek terminasi pada kontrak kapal yang diperoleh di antara tahun tersebut.
ADVERTISEMENT
Adapun terminasi terjadi dikarenakan masalah eksternal di luar kontrol PT PAL Indonesia seperti naiknya harga bahan baku baja dunia pada tahun 2008, serta kerugian yang disebabkan beban pajak tangguhan. Beban bunga pinjaman yang harus ditanggung rata-rata mencapai Rp 82 miliar per tahun. Sedangkan pajak tangguhan akibat rugi fiskal yang harus dibukukan rata-rata sekitar Rp 58 miliar per tahun selama tiga tahun terakhir sebagai penangguhan pajak pada periode 5 tahun yang lalu yang jatuh tempo saat ini. Khusus untuk tahun 2018, kontribusi terbesar adalah kerugian kurs bersih senilai Rp 136 miliar akibat pelemahan nilai tukar rupiah.
Sebuah mobil melintas di samping KRI Semarang 594 sebelum berlayar di Dermaga PT PAL, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/3). Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Untuk kinerja PT PAL Indonesia di akhir tahun 2019 (prognosa), kerugian tahun berjalan diproyeksikan dapat ditekan menjadi Rp 26,3 miliar dari Rp 304,1 miliar. Bahkan di luar beban-beban non operasional di atas, laba usaha sejak tahun 2017 menunjukkan hasil yang positif dan diproyeksikan mencapai Rp 26 miliar pada akhir tahun 2019.
ADVERTISEMENT
Pencapaian PT PAL Indonesia sebagai perusahaan konstruksi di bidang industri maritim dan energi berkelas dunia menunjukkan tren yang positif dengan diperolehnya beberapa kontrak baru.
PT PAL Indonesia memiliki kapabilitas membangun berbagai jenis kapal perang kombatan antara lain kapal cepat rudal, offshore patrol vessel, light frigate, kapal selam, landing platform dock, kapal bantu rumah sakit dan pembangkit listrik terapung/BMPP serta bangunan lepas pantai/offshore platform.
Perusahaan mengklaim, memiliki kelangsungan usaha atau going concern yang sangat baik termasuk pada pergerakan laba usaha yang meningkat. Sehingga bisa memberikan jaminan bahwa perusahaan mampu membiayai pelaksanaan proyek dengan baik dan menyelesaikannya tepat waktu dan tepat mutu.