Realisasi Asumsi Makro 2019 Meleset dari Target

7 Januari 2020 13:22 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) saat konferensi pers Laporan APBN Tahun 2019 di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/1). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) saat konferensi pers Laporan APBN Tahun 2019 di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/1). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
ADVERTISEMENT
Kementerian Keuangan memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Dari sisi asumsi makro, beberapa realisasinya meleset dari target yang ditetapkan pemerintah.
ADVERTISEMENT
Pertumbuhan ekonomi 2019 diestimasi hanya mencapai 5,05 persen. Meski angka ini belum final namun capaian ini meleset dari target yang ditetapkan pemerintah yaitu sebesar 5,3 persen.
Meski tak mencapai target, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, angka tersebut merupakan capaian yang cukup positif. Apalagi sepanjang 2019, terjadi banyak tekanan dari sisi ekonomi global.
“Dengan tekanan tadi kita tetap mampu menjaga pertumbuhan kita di atas 5 persen. APBN growth yang diestimasi 5,3 persen, realisasinya 5,05 persen estimasi,” ungkap Sri Mulyani di Gedung Djuanda, Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/1).
Penukaran Uang Dolar dan Rupiah Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Sedangkan, untuk inflasi sepanjang 2019 berhasil dijaga di level 2,72 persen. Selain lebih rendah dari pagu yang ditetapkan sebesar 3,5 persen, Sri Mulyani juga menegaskan, tingkat inflasi ini merupakan yang terendah dalam dua dekade terakhir.
ADVERTISEMENT
“Inflasi kita masih relatif sangat baik. Bahkan ini inflasi terendah dalam 20 tahun terakhir,” ujarnya.
Sedangkan realisasi tingkat bunga SPN 3 bulan tercatat sebesar 5,6 persen. Realisasi ini lebih tinggi dari pagu yang ditetapkan sebesar 5,3 persen. Kemudian, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada 2019 mencapai Rp 14.146, lebih rendah dari asumsi sebesar Rp 15.000. Sementara itu, harga minyak mentah Indonesia (ICP) sepanjang 2019 mencapai USD 62 per barel. Sementara di asumsi, ICP ditetapkan sebesar USD 70 per barel.
Selain itu, lifting minyak tercatat mencapai 741 ribu barel per hari, sedikit lebih rendah dari asumsi yang ditetapkan sebesar 775 ribu barel per hari. Sedangkan untuk lifting gas mencapai 1,05 juta barel setara minyak per hari, sementara asumsinya sebesar 1,25 juta barel setara minyak per hari.
ADVERTISEMENT