Kepala Bappenas Serahkan Hasil Kajian Lokasi Ibu Kota Baru ke Jokowi

23 Agustus 2019 17:59 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro saat diskusi forum merdeka barat 9 di Bappenas, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro saat diskusi forum merdeka barat 9 di Bappenas, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
ADVERTISEMENT
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro baru saja bertemu dengan Presiden Jokowi di dalam Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (23/8).
ADVERTISEMENT
Dalam pertemuan itu, Bambang mengaku menyerahkan dua kajian terkait lokasi beberapa calon ibu kota baru.
"Saya dipanggil Presiden, sekaligus kami menyerahkan detail kajian yang kemarin masih diminta Pak Presiden mengenai Ibu Kota baru," kata Bambang usai bertemu Jokowi di lokasi.
Dia menyebut dua kajian tersebut berupa struktur tanah hingga dampak perekonomian yang ditimbulkan jika harus memindahkan ibu kota baru ke berbagai kandidat lokasi.
"Terkait dengan struktur tanah dan dampak ekonomi dari pembangunan kota baru. Jadi sudah kami serahkan, dan Presiden akan melihat dan mereview dan mudahan setelah itu akan ambil keputusan," jelasnya.
Presiden Jokowi saat meninjau salah satu lokasi calon ibu kota negara di Gunung Mas. Foto: Dok. Biro Sekretariat Pers Presiden
Adapun, terkait kepastian lokasi Kalimantan Timur sebagai ibu kota yang baru, Kepala Bappenas ini belum bisa memastikannya. Dia hanya meminta agar semua pihak bisa bersabar.
ADVERTISEMENT
"Lokasi nanti diumumkan, sabar. Yang umumkan Presiden dah, gitu aja," jelasnya.
Sebelumnya, Jokowi menyebut akan mengumumkan lokasi ibu kota baru pada waktu yang dianggap tepat. Untuk saat ini, dia mengaku masih menunggu hasil kajian yang akan disampaikan pihak-pihak terkait, di antaranya dari Bappenas.
"Akan kita umumkan pada waktunya, masih nunggu kajian, tinggal satu, dua kajian belum disampaikan kepada saya," kata Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/8).
Jokowi bahkan menegaskan kembali jawaban serupa saat awak media memberikan pertanyaan yang sama.
"Masih tunggu satu, dua kajian," tandasnya.