Dirut hingga Erick Thohir Buka Suara soal Kemungkinan Serangan Siber ke BSI

10 Mei 2023 23:05 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan sambutan saat IDX Debut Bank Syariah Indonesia (BSI) di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (4/2). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan sambutan saat IDX Debut Bank Syariah Indonesia (BSI) di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (4/2). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Layanan transaksi Bank Syariah Indonesia (BSI) mengalami gangguan sejak Senin (8/5). Direktur Utama (Dirut) BSI Hery Gunardi hingga Menteri BUMN Erick Thohir pun, buka suara soal kemungkinan serangan siber ke sistem teknologi informasi (TI) bank tersebut.
ADVERTISEMENT
Menteri BUMN menyatakan, gangguan yang terjadi merupakan bagian dari proses transisi perbaikan sistem TI BSI. Kendati demikian, Erick tak menampik terjadinya serangan terhadap sistem TI BSI.
"Ada serangan, saya bukan ahlinya. Disebutkan ada tiga poin apalah itu sehingga mereka down hampir satu hari. Saya pantau Pak Dirut dan timnya ada di sana dan terbukti kemarin pagi atau sore kalau tidak salah, sistem ATM-nya mulai jalan," kata Erick Thohir di Cafe dan Money Changer Marina Bay, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (10/5).
Dia menambahkan, perbaikan sistem TI merupakan bagian dari transformasi BUMN dan dia optimistis manajemen BSI dapat meningkatkan keamanan dan layanannya. Menurutnya, sebelum terjadi gangguan layanan transaksi, dia bertemu dengan Dirut BSI tiga hari lalu.
ADVERTISEMENT
Dalam pertemuan itu, ujarnya, Hery Gunardi memaparkan rencana dan strategi pengembangan TI BSI. "Tentu tidak cukup keberpihakan, tidak cukup juga kinerja yang makin bagus, tetapi pelayanan yang harus ditingkatkan," ujar Erick Thohir seperti dilansir Antara.

Upaya Normalisasi Layanan BSI

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi. Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
Hery Gunardi memaparkan upaya normalisasi layanan BSI terus dilakukan. Menurutnya, pada Selasa (9/5) BSI telah berhasil melakukan normalisasi layanan pada jaringan ATM dan kantor cabang. Pada hari tersebut, nasabah telah bisa melakukan transaksi di jaringan cabang dan ATM BSI yang tersebar di seluruh Indonesia.
Hal tersebut diperkuat oleh penjelasan Corporate Secretary BSI, Gunawan Arief Hartoyo, yang menyebut layanan di ATM dan kantor cabang mulai pulih bertahap. “Alhamdulillah, saat ini sekitar 1.200 unit ATM BSI pulih dan secara bertahap kantor-kantor BSI telah kembali beroperasi,” ujar Gunawan Arief Hartoyo, dalam keterangan.
ADVERTISEMENT
Masih pada hari yang sama, Selasa (9/5) malam, secara bertahap layanan BSI Mobile untuk fitur-fitur basic juga sudah dapat diakses oleh nasabah.
Sementara pada Rabu (10/5) hari ini, sejumlah nasabah kembali mengeluhkan kesulitan mengakses layanan transaksi BSI.
Merespons hal itu, Hery Gunardi menjelaskan pada pukul 14.00 WIB hari ini, Perseroan melakukan monitoring dan proses normalisasi transaksi. Hal ini berdampak pada layanan BSI tidak bisa diakses sementara waktu yakni layanan di cabang, akses BSI Mobile, maupun ATM di seluruh Indonesia.
Adapun terkait dengan adanya serangan siber, lanjutnya, pada dasarnya BSI akan melakukan penelusuran atas hal tersebut.
Dia pun menyampaikan permohonan maaf atas kendala yang dialami nasabah dalam mengakses layanan BSI, baik berupa mobile banking, jaringan ATM, hingga layanan di kantor cabang. Pihaknya terus melakukan normalisasi, dengan fokus utama untuk menjaga dana dan data nasabah tetap aman.
ADVERTISEMENT