
Saat ini, semakin banyak kaum wanita yang terjun ke dunia bisnis. Dengan kecanggihan teknologi dan peluang bisnis yang bertebaran, para womanpreneur ini pun semakin memantapkan langkahnya untuk menjadi pebisnis.
ADVERTISEMENT
Kisah inspiratif womanpreneur kali ini datang dari Samarinda, yaitu dari Annisa Fawziah Al-Hadist. Gadis berhijab dan berkacamata ini awalnya memulai bisnis hanya karena keisengan semata.
Dengan penuh semangat, ia bercerita awal mula mengeluti dunia wirausaha. Sejak kecil, gadis yang biasa disapa Nisa ini sudah mulai berjualan di sekolah. Mulai dari jualan brem (jajanan khas Madiun), martabak mini, lumpia, hingga kerudung. Ia berjualan semata hanya karena iseng dan ingin melihat peluang, kira-kira apa saja yang bisa ia jual.
“Tanteku kebetulan bisa masak. Jadi aku order ke Tanteku, minta bikinkan lumpia dan martabak mini sesuai porsi yang aku mau. Biasanya 50 biji. Lalu aku jualin aja ke kelas-kelas,” ujar gadis berjilbab ini.

Memasuki dunia perkuliahan, Nisa tidak kehabisan ide untuk berjualan. Ia pun mulai menjadi reseller keripik asal Tasikmalaya dan Balikpapan. Berawal dari stalking Instagram salah satu selebgram asal Bandung, ia mulai mencoba berjualan keripik dengan modal awal Rp 500 ribu. Keripik itu awalnya ia pasarkan secara online dan diberi nama sesuai namanya, Afa Krenyes. Omzet yang ia dapatkan secara keseluruhan mencapai Rp 3 juta per bulan. Seiring berkembangnya waktu, Nisa menyewa rumah sang Paman yang tidak jauh dari rumahnya untuk mengembangkan usahanya.
ADVERTISEMENT
Setelah dua tahun, kini Nisa tidak hanya menjual keripik di tokonya yang berada di kawasan Jalan Juanda, Samarinda. Ia juga mengajak beberapa online shop untuk bergabung dengannya.
“Keripikku sudah bisa dibeli di tokoku langsung atau di Juragan Cendol (kafe di Samarinda). Selain keripik, aku juga ada softlens, blush on, bunga flannel, kerudung, kaos kaki dan masker titipan online shop,” ungkap perempuan yang bercita-cita ingin jadi artis. “Nanti ada pembagian komisi, karena harga di online shop sama di toko berbeda. Aku cuma bantu jualkan saja.”
Tidak hanya itu, Nisa pun mencoba peruntungan lainnya dengan berbisnis di bidang kuliner. Ia menjual rice bowl di Selasar Afwan. Bisnisnya tersebut ia beri nama Lafar. Jika bisnis keripik ia jalankan sendiri, maka untuk bisnis Lafar ia jalankan bersama temannya.

Setelah bisnis kuliner, kini Nisa juga mencoba berbisnis sebagai make up artist atau MUA. Untuk memulai menjadi MUA, Nisa sempat berhutang kepada ibunya untuk membeli alat-alat make up. Walaupun belum seserius digeluti seperti bisnis kuliner, orderan yang ia dapatkan lumayan banyak, terlebih saat memasuki musim wisuda.
ADVERTISEMENT
“Gak terlalu banyak nerima pesanan, semampunya dari aku aja. Kadang aku gabung sama senior. Penghasilan dari MUA cukup untuk membayar hutang beli alat make up ke ibuku,” kata Nisa.
Tidak selamanya usaha Nisa berjalan mulus. Ia sempat mengalami pasang surut saat berwirausaha. Ia pernah ditipu reseller keripik hingga puluhan juta. Namun, hal tersebut ia jadikan sebagai pembelajaran agar berhati-hati dalam memilih reseller dan mengecek kembali seluruh transaksi secara pasti.

Berkat semua jerih payah dan kepekaannya dalam melihat peluang bisnis, membuat Nisa berhasil meraih berbagai pencapaian. Berkat prestasi yang ia torehkan, Nisa sering diundang menjadi pembicara di berbagai acara dengan tema wirausaha muda di Samarinda.
Dalam berbisnis, Nisa merasa tidak harus ambisius dalam menjalankan bisnis. Ia menjalankan bisnis semata hanya untuk membaca peluang. Omzet yang ia dapatkan juga diputar ke arisan. Harapannya sekarang, ia ingin segera lulus kuliah dan bisa menjadi MUA untuk pengantin.
ADVERTISEMENT
“Ibuku gak bolehin aku jadi make up artist untuk pengantin. Karena make up pengantin itu sakral banget. Jadinya aku pernah ikut orang aja untuk merias keluarga pengantin. Kedepannya, aku ingin buka sendiri atas namaku,” tutupnya.
Jangan lupa follow Karja di Instagram (@karjaid) dan klik tombol 'IKUTI' di kumparan.com/karjaid untuk mendukung dan mengikuti konten menarik seputar entrepreneurship, kisah inspiratif, karya anak bangsa, dan isu sosial seputar milenial ya, Sobat!
#terusberkarya



