Serena Williams Jadi Model Sampul Vogue, Umumkan Akan Pensiun dari Tenis

12 Agustus 2022 12:03 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Serena Williams Jadi Model Sampul Vogue, Umumkan Akan Pensiun dari Tenis. Foto: REUTERS/Eric Gaillard
zoom-in-whitePerbesar
Serena Williams Jadi Model Sampul Vogue, Umumkan Akan Pensiun dari Tenis. Foto: REUTERS/Eric Gaillard
ADVERTISEMENT
Siapa yang tak kenal dengan Serena Williams? Petenis 40 tahun ini adalah salah satu atlet tenis terbaik. Ia berhasil menduduki peringkat nomor 1 dalam Women’s Tennis Association (WTA) selama delapan kali di sepanjang tahun 2002-2017.
ADVERTISEMENT
Ia merupakan satu dari tiga perempuan yang berhasil memenangkan kejuaraan tenis dalam permainan single dan double dalam satu ajang Olimpiade yang sama. Serena Williams juga telah meraih 23 gelar Grand Slam.
Nah, baru-baru ini ia tampil sebagai model sampul majalah Vogue edisi September. Tak sendirian, Serena mengajak Olympia (4), anaknya untuk ikut berfoto.
Mengenakan gaun biru muda yang menjuntai dari Balenciaga, Serena Williams tampak powerful dan anggun. Di bagian belakang sampul, tampak Olympia mengenakan gaun putih, memegang train atau ekor gaun ibunya.
Tapi hal paling penting dari penampilannya sebagai model sampul ini, Serena mengumumkan kabar penting terkait kariernya. Lewat tulisannya sendiri, ibu satu anak ini menyatakan akan segera pensiun sebagai petenis.
ADVERTISEMENT
Mengaku tak suka dengan kata pensiun, Serena Williams mengatakan bahwa dirinya ingin berevolusi atau tumbuh.
Serena Williams di Australia Open 2020. Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach
"Mungkin kata terbaik yang menggambarkan apa yang aku tuju adalah bertumbuh. Aku ingin menyampaikan bahwa aku ingin bertumbuh jauh dari tenis, menuju hal-hal lain yang penting bagi aku," tulis Serena Williams dalam tulisannya untuk Vogue.
Beberapa tahun lalu, Serena membentuk Serena Ventures, sebuah perusahaan modal ventura. Tak lama kemudian, ia melahirkan anaknya Olympia. Jadi dalam waktu dekat, bisnis dan keluarga akan menjadi fokus utama Serena Williams.

Obrolan seputar pensiun dari tenis membuat Serena Williams sedih

Serena Williams menangis setelah terpaksa keluar dari pertandingan Rogers Cup 2019 lantaran mengalami cidera punggung. Foto: Dan Hamilton-USA TODAY Sports/ REUTERS
Meski begitu, melepaskan diri dari dunia olahraga yang jadi impian sejak kecil bukanlah hal mudah. Serena Williams mengaku tak sanggup membicarakannya dengan siapa pun. Bahkan kariernya di tenis jadi hal tabu di antara dirinya dan Alexis, suaminya.
ADVERTISEMENT
"Aku bahkan tak bisa membicarakannya dengan ayah dan ibuku. Rasanya ini belum jadi kenyataan selama kamu tidak membicarakannya. Saat ingin membahasnya, aku merasa tak sanggup, dan aku mulai menangis," jelasnya.
Topik seputar pensiun ini pun selalu membuatnya sedih. Serena mengaku benci harus menjalani fase ini dalam hidupnya, meninggalkan dunia yang telah membesarkan namanya.
Serena melaju kencang ke semifinal. Foto: Quinn Rooney/Getty Images
"Ini adalah hal terberat untukku. Aku benci ini. Aku benci karena harus menjalani fase ini. Aku terus mengatakan pada diriku ini akan jadi lebih mudah untukku, tapi tidak. Aku hancur, aku tidak mau ini berakhir tapi di saat yang bersamaan, aku sudah siap untuk yang akan datang selanjutnya," ungkap Serena.
Ia pun mengaku tak tahu apakah nantinya bisa membaca majalah Vogue edisi September 2022 ini dan membaca tulisannya sendiri. Bagi Serena, lembaran tulisan yang ia buat rasanya seperti perjalanan kisah hidupnya sebagai pemain tenis.
ADVERTISEMENT
"Ini adalah saatnya, majalah ini akan memuat akhir dari kisah yang bermula di Compton, California. Di mana ada remaja perempuan berkulit hitam yang hanya ingin main tenis. Olahraga ini telah memberiku banyak hal. Aku suka kemenangan. Aku suka berjuang. Aku suka menghibur. Aku suka segala aspeknya," tulisnya.
Serena Williams jagoan Wimbledon. Foto: Reuters/Stefan Wermuth
Lewat tenis, Serena Williams mengaku belajar banyak hal. Serena mengatakan ada banyak pertandingan yang ia menangkan karena terpicu kemarahan, karena ia tak diperhitungkan.
"Ada banyak pertandingan yang aku menangkan karena ada sesuatu yang membuatku marah atau seseorang yang tak memperhitungkan diriku. Itu yang memotivasiku. Aku telah membangun karier dengan menyalurkan kemarahan dan hal-hal negatif jadi baik," ungkapnya.
Itu adalah cara Serena Williams berjuang. Ia selalu menginginkan segala hal berjalan sempurna dan membuktikan bahwa orang lain telah salah menilainya.
ADVERTISEMENT