Jadi Korban Pembunuh Berantai, Ini Kisah Tragis Pendiri Rumah Mode Versace

26 Januari 2021 19:54 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gianni Versace, pendiri rumah mode Versace. Foto: Pierre VERDY/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Gianni Versace, pendiri rumah mode Versace. Foto: Pierre VERDY/AFP
ADVERTISEMENT
Gianni Versace, pendiri rumah mode asal Italia, Versace, adalah desainer fashion yang terkenal dengan koleksi busana penuh warna nan vibran. Pada 1978, ia membuka butik pertamanya di Milan. Hingga 1997, Gianni sudah memiliki 130 butik mewah di seluruh dunia. Kala itu keuntungannya mencapai 807 juta dolar AS atau sekitar Rp 11.4 triliunan (berdasarkan kurs hari ini).
ADVERTISEMENT
Selain itu, karya-karya Gianni Versace juga menjadi favorit selebriti dan supermodel dunia. Mulai dari Naomi Campbell, musisi Madonna hingga Elton John. Bahkan pada 1994 tampilan aktris Elizabeth Hurley mengenakan gaun Versace hitam yang dikenal dengan sebutan 'THAT dress' jadi viral karena modelnya yang simple namun elegan dan menantang.
Gianni Versace. Foto: Pierre VERDY/AFP
Namun di tengah kesuksesannya tersebut, dunia mode dikejutkan oleh kematian Gianni yang mendadak pada 15 Juli 1997 di Miami, Florida. Selain mendadak, penyebab kematian Gianni yang kala itu berusia 51 tahun juga semakin menggemparkan. Ia dibunuh oleh pria bernama Andrew Cunanan yang ternyata buronan berbahaya dari FBI karena sudah melakukan empat pembunuhan dalam kurun waktu singkat.

Kronologi pembunuhan Gianni Versace

Pada 15 Juli 1997, Gianni Versace sedang menikmati masa istirahat setelah memamerkan koleksi Atelier Versace Fall 1997 Couture di Paris. Ia dan pasangannya, Antonio D'Amico, memutuskan untuk tinggal di Casa Casuarina, mansion bergaya mediterania miliknya di Miami, Florida.
ADVERTISEMENT
Menurut laporan Biography, saat tinggal di Miami, kakak dari Donatella Versace ini punya kebiasaan jalan pagi. Pagi itu, mengenakan kaus putih, celana pendek hitam, dan sandal, Gianni berjalan kaki dan mampir ke toko di sekitar rumahnya untuk membeli majalah, surat kabar, dan jus.
Setelah 10 menit menjalani aktivitas, Gianni kembali ke rumah, dan tepat ketika sedang membuka pagar, seorang pria berbaju abu-abu menembak Gianni Versace dalam jarak dekat di bagian belakang kepala dan pipi kiri.
Menurut saksi mata di sekitar tempat kejadian, Gianni tergeletak di depan rumahnya dan kepalanya mengeluarkan banyak darah. "Kami menyaksikan kejadian itu dan tidak ada yang bisa diperbuat. Darahnya mengalir deras. Dia sempat bergerak sedikit lalu diam," ungkap Eddie Bianchi, seorang saksi mata kejadian seperti dikutip dari New York Times.
ADVERTISEMENT
Antonio D'Amico, kekasih Gianni, yang saat itu sedang minum kopi di dalam rumah bergegas lari menghampiri pasangannya.
"Rasanya darahku berubah menjadi es. Rumah kami berkaca gelap jadi tidak bisa melihat langsung dari dalam. Saat di depan gerbang, kami melihat Gianni terkapar di tangga dengan banyak darah. Seketika semua menjadi gelap, saya ditarik minggir dan saya tidak tahu lagi kejadian setelah itu," pungkas Antonio seperti dikutip dari The Guardian.
Setelah dilarikan ke rumah sakit Jackson Memorial, Miami, Gianni Versace dinyatakan meninggal dunia pada pukul 9.21 pagi waktu Miami, Florida.

Dibunuh oleh buronan paling dicari oleh FBI

Dilansir Time, beberapa jam setelah kematian Gianni Versace, pihak kepolisian menyatakan Andrew Cunanan sebagai tersangka utama. Pria yang kala itu berusia 27 tahun ini masuk dalam daftar 10 Buronan Paling Dicari FBI. Sebelum membunuh Gianni, ia diduga telah membunuh empat orang lainnya di Minnesota, Illinois dan New Jersey.
ADVERTISEMENT
FBI menggambarkan Andrew sebagai orang yang sangat cerdas dan berbahaya yang menginginkan kehidupan mewah. Pria asal California ini menguasai dua bahasa. Ia keluar dari perguruan tinggi dan menghidupi dirinya dengan cara memacari pria gay yang lebih tua dan kaya. Menurut laporan Time, FBI meyakini bahwa selain kerja serabutan, Andrew Cunanan adalah seorang pekerja seks komersial.
Hingga lebih dari 20 tahun berlalu, motif pembunuhan Gianni Versace belum juga terungkap. Menurut laporan People, Gianni dan Andrew tidak saling kenal. Tapi ada kemungkinan keduanya pernah bertemu sebelum aksi pembunuhan tersebut terjadi.
FBI menduga bahwa Andrew ingin melakukan balas dendam pada mantan kekasih atau klien yang mungkin telah membuatnya tertular HIV.
Pada 23 Juli 1997, delapan hari setelah kematian Gianni, penyelidikannya dihentikan karena Andrew Cunanan bunuh diri dengan pistol. Ia melakukannya di sebuah rumah perahu yang lokasinya tak begitu jauh dari rumah Versace di Miami Beach.
ADVERTISEMENT
Kisah pembunuhan dan kematian Gianni Versace ini kemudian digarap menjadi film dan serial. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah serial The Assasination of Gianni Versace: American Crime Story (2018). Serial yang tayang di Netflix ini diperankan oleh bintang ternama, seperti Édgar Ramírez, Darren Criss, Ricky Martin, and Penélope Cruz.