Warga India Minta Berlian Kahinoor di Mahkota Ibu Ratu Elizabeth II Dikembalikan

16 September 2022 8:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Berlian Kohinoor, yang dipasang di Salib Malta di depan mahkota yang dibuat untuk mendiang Ibu Ratu Elizabeth, terlihat di peti matinya, di Westminster Hall London, 5 April 2002.  Foto: Alastair Grant/AP Photo
zoom-in-whitePerbesar
Berlian Kohinoor, yang dipasang di Salib Malta di depan mahkota yang dibuat untuk mendiang Ibu Ratu Elizabeth, terlihat di peti matinya, di Westminster Hall London, 5 April 2002. Foto: Alastair Grant/AP Photo
ADVERTISEMENT
Mangkatnya Ratu Elizabeth II membuat warga Inggris berduka. Namun, ternyata ada salah satu yang menjadi pertanyaan warga India, akankah berlian Kahinoor milik mereka dikembalikan?
ADVERTISEMENT
Berlian Kahinoor adalah salah satu dari 2.800 batu yang dipasang di mahkota milik Ibu Ratu Elizabeth II. Berlian tersebut berbentuk oval dengan berat 105 karat.
Namun, kini warga India meminta berlian Kahinoor dikembalikan kepada mereka. Permintaan pengembalian berlian ini bukan pertama kali dilakukan.
Saat India merdeka di tahun 1947, pemerintah India meminta berlian tersebut dikembalikan. Bahkan, saat penobatan Ratu Elizabeth II sebagai ratu, India juga membuat tuntutan tersebut.
Tampilan bendera Inggris di Brandenburg Gate. Foto: REUTERS/Fabrizio Bensch
Sayangnya, tuntutan-tuntutan tersebut tidak didengar, dan Inggris berargumen bahwa tidak ada dasar hukum untuk restitusi Kahinoor ke India.
Dilansir Time, banyak warga India merasa bahwa berlian tersebut "dicuri" oleh Inggris yang membuat mereka merasakan kematian, kelaparan, dan penjarahan.
Seorang penulis politik Inggris-India, Saurav Dutt, mengatakan sangat kecil kemungkinan untuk Inggris mengembalikan berlian Kahinoor.
Raja Charles III berjalan di dekat peti mati Ratu Elizabeth II selama Kebaktian Doa dan Refleksi di Katedral St Giles, Edinburgh, Skotlandia. Foto: Jane Barlow/Pool via REUTERS
Sebab, Kahinoor adalah simbol kekuatan, dan jika mereka mengembalikannya ke India, itu sama saja seperti mengeluarkan isi perutnya sendiri.
ADVERTISEMENT
"Setidaknya, Raja Charles III harus mengakui “sejarah hitam” berlian Kahinoor," kata Saurav Dutt.
“Pengakuan fakta bahwa itu diperoleh melalui siluman dan penipuan akan menjadi langkah signifikan pada tahap ini, yang meletakkan dasar bagi generasi berikutnya untuk dapat mengembalikannya,” tambahnya.

Sejarah Berlian Kahinoor

Seorang model India menunjukkan replika berlian India yang terkenal 'Koh-i-noor' selama pertemuan pers di Calcutta, 29 Januari 2002. Foto: DESHAKALYAN CHOWDHURY/AFP
Sementara itu, berlian Kahinoor sendiri memiliki sejarah yag cukup panjang. Dulu saat berlian itu ditambang di tempat yang sekarang disebut Andhra Pradesh, selama dinasti Kakatiyan pada abad ke-12-14, diyakini mereka memiliki 793 karat berlian yang belum dipotong.
Catatan paling awal tentang kepemilikan berlian tersebut menempatkannya di tangan Mughal pada abad ke-16. Kemudian Persia merebutnya, dan kemudian Afghanistan.
Sikh Maharajah, Ranjit Singh, membawanya kembali ke India setelah mengambilnya dari pemimpin Afghanistan, Shah Shujah Durrani. Kemudian diakuisisi oleh Inggris selama aneksasi Punjab.
Ibu Suri Elizabeth Bowes-Lyon (kanan) dan Raja George VI, berpose dengan putri mereka Putri Elizabeth pada 21 April 1944, saat mereka merayakan ulang tahunnya yang ke-18 di Kastil Windsor. Foto: PLANET NEWS / AFP
East India Company mendapatkan batu itu pada akhir tahun 1840-an, setelah memaksa Maharajah Dunjeep Singh yang berusia 10 tahun untuk menyerahkan tanah dan harta miliknya.
ADVERTISEMENT
Perusahaan kemudian mempersembahkan permata itu kepada Ratu Victoria. Pangeran Albert, permaisurinya, memintanya untuk dipotong ulang dan dipasang di mahkota Ratu Alexandra dan Ratu Mary, sebelum ditempatkan di mahkota Ibu Suri pada tahun 1937.
Ibu Suri mengenakan sebagian mahkota pada penobatan putrinya pada tahun 1953. Kahinoor telah menjadi salah satu permata mahkota Inggris sejak saat itu, tetapi pemerintah di Iran, Afghanistan, Pakistan, dan India semuanya telah mengeklaim berlian tersebut.