5 Mitos Liburan di Selandia Baru, Mana yang Pernah Kamu Dengar?

16 September 2019 8:28 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Queenstown, Selandia Baru Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Queenstown, Selandia Baru Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Negeri Kiwi atau Selandia Baru dikenal memiliki pemandangan alam yang mempesona dengan lanskap yang masih alami dan asri. Keindahan Selandia Baru berhasil memukau banyak selebriti papan atas dan juga influencer kenamaan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Wajar saja kini ada banyak traveler yang ingin berkunjung ke sana dan melihat sendiri keindahan Selandia Baru itu. Hanya saja bagi sebagian orang Selandia Baru masihlah negara yang tak familiar, sehingga muncul beragam kekhawatiran yang membuat kamu ragu untuk menyambangi negara ini.
Berikut kumparan hadirkan lima mitos yang paling sering menghantui traveler yang hendak traveling ke Negeri Hobbit ini dan penjelasan resmi dari Tourism New Zealand. Yuk, simak!
1. Cuacanya Sangat Dingin
Syahrini dan Reino Barack bulan madu ke Selandia Baru dan Boru-boru. Foto: Instagram @princessyahrini
Banyak orang yang mengira bahwa cuaca di Selandia Baru sangat dingin, sehingga traveler yang tidak terlalu suka dengan cuaca dingin memilih untuk mengurungkan niatnya. Tapi, benarkah?
Selandia Baru berlokasi di belahan bumi bagian selatan dan memiliki musim yang berganti juga, seperti yang kamu rasakan di Indonesia. Berbeda dengan benua Eropa atau Amerika yang biasanya mengalami musim dingin pada akhir tahun, Selandia Baru justru berada di permulaan awal musim panas.
ADVERTISEMENT
Bulan Januari hingga Februari adalah waktu terhangat, sementara musim dingin akan berada pada pertengahan tahun dengan waktu terdingin yang berlangsung pada bulan Juli.
2. Pilihan Makanan yang Terbatas
Nin's Bin, salah satu tempat populer di Selandia Baru yang menjual seafood Foto: Dok. Tourism New Zealand
Salah satu kesulitan traveler asal Indonesia ketika hendak jalan-jalan ke negara yang tidak banyak dihuni oleh penduduk Muslim adalah makanan yang halal. Karenanya muncul mitos bahwa Selandia Baru memiliki pilihan makanan yang terbatas.
Padahal sebenarnya Selandia Baru menawarkan banyak variasi makanan laut kelas dunia. Karena memiliki garis pantai yang panjang, penduduk Selandia Baru terbiasa menikmati seafood segar langsung dari 'gudangnya'.
Kamu bisa menikmati udang karang, hingga tiram yang lezat. Salah satu tempat populer yang menjual hidangan laut adalah Nin's Bin di Kaikoura.
ADVERTISEMENT
Selain hidangan laut, kamu juga harus mencoba makanan tradisional suku Maori, seperti Hangi, yaitu makanan berisi ikan, ayam, dan Kumara (ubi manis), yang dimasak di lubang dalam tanah.
3. Lokasinya Sangat Jauh
Pemandangan Kota Queenstown dan Danau Wakatipu di Selandia Baru Foto: Shutter Stock
Memang Selandia Baru menjadi salah satu negara yang berlokasi di ujung selatan dunia, tapi jaraknya tak sejauh yang kamu bayangkan, kok. Dari Denpasar, Bali, menuju Auckland, kamu hanya butuh waktu terbang sekitar 7 jam 30 menit dengan pesawat.
Untuk mengitari negara ini pun kamu tak butuh waktu yang lama. Dengan bermodal kendaraan pribadi, kamu bisa berkendara selama delapan jam dari Taman Nasional Abel Tasman, yang ternama di Southern Island untuk mengunjungi ibu kota Wellington di Northern Island.
ADVERTISEMENT
4. Sulit untuk Dijelajahi
Transportasi umum di Selandia Baru telah terintegrasi Foto: Dok. Tourism New Zealand
Bentangan alam yang beragam mulai dari pantai hingga gunung bersalju menimbulkan persepsi bahwa Selandia Baru sulit untuk dijelajahi. Kenyataannya, Selandia Baru telah memiliki transportasi umum yang terintegrasi, terutama di kota besar seperti Auckland dan Wellington.
Kamu bisa dengan mudah menaiki seluruh transportasi umum, seperti kereta dan kapal feri hanya dengan menggunakan kartu prabayar, seperti AT HOP dan Snapper. Kartu ini dapat kamu beli dengan mudah secara online atau offline di toserba maupun terminal. Biaya yang dikenakan ketika menggunakan kartu prabayar juga lebih murah.
Campervan di Selandia Baru. Foto: Pixabay
Selain itu, sebagian besar transportasi umum di Selandia Baru berangkat tiap 10 menit sekali, jadi tak perlu takut bakal 'menua di jalan'. Cara lainnya untuk menikmati Selandia Baru dengan transportasi umum adalah TransAplnie. Dengan menggunakan kereta ini, kamu bisa traveling sambil menikmati pemandangan menakjubkan di bagian selatan bumi itu.
ADVERTISEMENT
5. Hanya Berisi Petualangan yang Ekstrem Saja
Wisata melihat proses pembuatan cokelat di Wellington Chocolate Factory Foto: Dok. Tourism New Zealand
Outdoor activities memang menjadi primadona saat kamu berlibur ke Selandia Baru. Karena Negeri Kiwi ini memiliki banyak pilihan petualangan alam bebas yang menarik, ekstrem, dan tentunya menantang.
Namun, bukan berarti tidak ada aktivitas yang tak ekstrem di sini. Sebab, di Selandia Baru terdapat pula banyak pilihan liburan santai yang menyenangkan, seperti mengunjungi Wellington Chocolate Factory untuk melihat langsung seluruh proses pembuatan cokelat, mulai dari biji hingga menjadi cokelat yang lezat.
Kamu juga bisa memesan tur untuk wisata proses pembuatan cokelat sambil mencicipi seluruh kudapan yang diproduksi.
Ingin yang lebih seru? Kamu bisa berlayar menggunakan kapal pesiar mewah, salah satunya adalah The Dream Cruises. Kapal pesiar ini memiliki fasilitas yang dapat memanjakanmu dengan berbagai pilihan makanan, fasilitas kecantikan dan kesehatan, beragam jenis hiburan, olahraga, dan juga rekreasi yang bisa dilakukan sembari menikmati pemandangan Selandia Baru yang memukau.
ADVERTISEMENT
Gimana, masih percaya dengan mitos liburan di Selandia Baru atau ingin membuktikannya sendiri?